An eye-opening travel experience…

Belakangan ini rasanya cepet banget waktu berlalu, baru aja ngeluh kalau udah hari senin eh tiba-tiba udah jumat lagi. Baru aja gajian eh udah bokek lagi. Hahaha… tapi beberapa malem terakhir tiba-tiba beberes folder di harddisk trus nyangkut di folder-folder foto traveling, kok rasanya udah lamaaaaa banget ya gak angkat ransel lagi. Udah lama gak ngerasaan kenyamanan dalam ketidaknyamanan. Udah lama gak ngerasain bangun di tempat baru trus ada rasa exicted mau ngeraain budaya baru, ketemu orang-orang baru. Udah dua tahun lebih lamanya ransel saya jadi pajangan dinding.

Bagi yang sudah dua tahun lebih ini gak kemana-mana, kebayang gak sih nanti ketika traveling lagi gimana rasanya? I bet it will feels like we wander for the first time, super excited, super nervous, super riweh. Ngomongin tentang my first ever traveling experience setelah saya beranjak dewasa (ceile dewasa and yes saya gak lagi ngomongin piknik pas lagi SD ke Ancol atau ke Tamanmini). Pengalaman pertama saya yang akhirnya saya jadi kecanduan nyicipin budaya baru was Karimun Jawa.

SONY DSC

Jogjakarta, 2009.

Sudah mepet akhir tahun, saya lagi galau di kosan scroll scroll facebook dan nemu sebuah postingan open trip entah nongol darimana tapi akhirnya saya buka juga postingan itu. Menarik, batin saya. Langsung saja saya kirim pesan ke teman terbaik saya yang saya tau juga lagi galau, sebut saja rini.

“Rin, akhir tahun ke karimun jawa yok”

“Gile mepet cuy, tapi hayok’

Begitulah kira-kira percakapan random kami yang akhirnya membuat kami ditambah satu orang teman random saya lainnya (sebut saja atok), beberapa hari kemudian naik bis ke Semarang, dilanjutkan ke Jepara untuk menuju Karimun Jawa. Beberapa jam setelahnya kami terdampar di Jepara hampir tengah malam, terlunta-lunta karena belum memesan penginapan. But hey, masih banyak orang baik di dunia ini. Akhirnya kami berhasil mendapatkan penginapan karena ada orang lewat kasihan melihat tampang kami yang memelas.

Keesokan harinya, kami sudah dalam perjalanan empat jam menuju kepulauan di utara jawa. Saya yang seumur-umur Cuma pernah naik getek di kali belakang SMA merasa sangat bahagia melihat hamparan laut biru yang bagaikan permadani berhias permata hingga 4 jam tidaklah terasa.

Saat itu, di sana hanya ada beberapa homestay dan satu dua hotel yang tidak terlalu besar, pantai-pantai cantik masih sepi, laut pun bersih karena tidak banyak wisatawan singgah beserta sampah peninggalannya. Lalu karena hanya ada dua jadwal kapal dalam satu minggu literally orang-orang yang bersama kami selama empat hari adalah orang-orang yang sama di kapal pergi dan pulang kami. it was one of the most memorable trip for me. Saat itu, ketika saya terbiasa nyaman bangun dan tidur di kamar sendiri sesuai jadwal tidur saya, saya “dipaksa” untuk belum tidur sampai tengah malem karena belum dapat penginapan. Ketika saya biasa merasakan perjalanan yang cepat sampainya, saya mau tidak mau harus merasakan susah-susahan gonta-ganti bis dan naik kapal empat jam lamanya, saya yang biasanya tidak pernah berbicara kepada orang asing, akhirnya membiasakan diri untuk mengobrol panjang lebar dengan orang yang baru saja dikenal. It was like an eye-opening experience.

Sekarang saya sudah pernah ke ujung Indonesia, udah biasa gak tidur semaleman ketika traveling atau bahkan tidur di bandara atau terminal, sudah biasa banget naik kendaraan berjam-jam bahkan udah bisa cari pacar baru ketika traveling, eh. Semua itu berkat trip random saya ke Karimun Jawa beberapa tahun yang lalu. Balik lagi malam ini ketika saya random buka laptop dan nulis artikel ini, perasaan ketika saya pertama kali melihat pantai cantik di utara jawa itu datang lagi. Hopefully setealah pandemi ini selesai, saya dan kamu yang membaca tulisan ini berkesempatan lagi menjelajah dunia, berkesempatan lagi merasakan perasaan hangat yang datang ketika kita merasakan budaya baru.

So, what is your eye-opening traveling experience? J

-Rie-

Related posts

2 Thoughts to “An eye-opening travel experience…”

  1. lulukba

    Ho’oh… kapan lagi yak kita jalan, pdhl plan terakhir kita mau ke Maldives, Madagascar, Uzbekistan atau rutinitas tahunan nongkrong di Bukit bintang

    1. Rie

      ahahaha.. tunggu ada obat kopit… abis itu kite langsung cabs ke madagaskar..
      kangen nongkrong di bukit bintang ih…

Leave a Comment