Semangat Nasionalisme di Wagah Border

Saya telah menuliskan pengalaman saya mengenai Kota Amritsar pada tulisan saya sebelumnya. Jika teman-teman belum sempat membacanya, dapat membuka link ini. Seperti yang telah saya tulis juga, bahwa di Kota Amritsar terdapat dua hal yang sangat dikaitkan dengan kota tersebut, yang pertama adalah Golden Temple dan yang kedua adalah atraksi kebangsaan di Wagah Border.

Untuk dapat mengunjungi attraksi ini sebenarnya sangat mudah, banyak operator tour di sekitar Golden Temple yang menawarkan para turis untuk berkunjung ke sini dengan jasanya. Jika mau lebih hemat, teman-teman juga dapat menaiki bus umum untuk berkunjung kesini. Cara lainnya adalah dengan menyewa mobil atau auto rickshaw.

Pada kesempatan kali ini, kami memutuskan untuk menyewa auto rickshaw untuk menjangkau perbatasan. Biaya yang kami keluarkan untuk mengendarai auto rickshaw pulang pergi adalah sebesar 350 rupee, tentunya kami melakukan tawar menawar terlebih dahulu dengan sang supir.

Jarak antara pusat Kota Amritsar dengan perbatasan adalah kurang lebih 35 kilometer. Pemandangan kanan kiri sepanjang perjalanan sangat menarik, bangunan pertokoan berganti menjadi pemandangan ladang hijau dan pepohonan diselimuti sedikit kabut yang turun. Cuaca juga sedikit dingin karena saat itu sudah masuk musim dingin di India. Setelah sekitar 45 menit, kami sampai juga di perbatasan. Bedanya dengan perbatasan yang pernah saya datangi, di Wagah Border terdapat banyak orang berjualan berbagai macam makanan, souvenir dan atribut kebangsaan, ada juga yang menawarkan untuk mewarnai tangan atau wajah dengan warna bendera India. Kita juga harus menitipkan barang bawaan di salah satu “counter” penitipan dadakan yang ada di pinggir jalan dengan membayar sejumlah uang. Perlu diingat bahwa semua jenis tas tidak diperkenankan masuk ke dalam wilayah perbatasan, hanya dompet, paspor, dan kamera yang diperkenankan untuk dibawa ke dalam wilayah “atraksi” tersebut. Jika kamu tidak ingin membayar biaya tambahan untuk penitipan barang, maka tidak perlu membawa tas ketika berkunjung kesini, namun perlu diingat untuk selalu membawa paspor ya.

Ceremonial di Wagah Border ini diadakan setiap hari di sore hari. Di musim dingin acara ini dimulai pukul 4.45 sore sedangkat pada musim panas acara dimulai pada pukul 4.15 sore. Jika kamu ingin mengunjunginya, pastikan kamu sudah berangkat dari Kota Amritsar paling tidak sekitar pulul 2.30 siang karena perjalanan dari pusat kota ke perbatasan membutukan beberapa waktu.

Dari halaman parkir ke gerbang masuk wilayah perbatasan jaraknya adalah sekitar 1KM yang bisa dijangkau dengan berjalan kaki atau menaiki rickshaw. Terdapat beberapa kali pemeriksaan untuk dapat masuk ke dalam area atraksi dan area pemeriksaan dibedakan menjadi 4 barisan, Pria, Wanita, Turis Pria dan Turis Wanita. Jangan lupa masuk ke dalam antrian turis karena antriannya jauh lebih pendek dibandingkan dengan antrian warga lokal. Mendekati area utama terdengar berbagai lagu-lagu yang diputar oleh kedua negara di sisinya masing-masing, namun karena kami berada di sisi India, hanya lagu dari India saja yang terdengar walaupun saya yakin di sisi Pakistan lagu-lagu yang diputar tidak kalah heboh.

Pemandangan yang saya lihat ketika masuk ke area utama adalah ibarat masuk ke dalam stadion dimana orang-orang bersiap untuk menyaksikan pertandingan antara dua tim. Area atraksi memang dibuat menjadi semacam stadion dan para penonton di tempat duduk di kanan dab kiri stadion bersorak-sorak mendukung tim masing-masing. Memasuki tempat area tempat duduk saya melewati sebuah barisan yang ternyata para pengunjung lokal sengaja berbaris untuk bergantian berlari membawa bendera dan menari bersama-sama setelahnya, kalau saya sih langsung melipir saja ke arah tempat duduk.

Kami sengaja memilih tempat yang paling dekat dengan perbatasan agar dapat melihat attraksi yang ditampilkan dari sisi Pakistan juga. Terlihat dari tempat duduk saya penonton di area Pakistan cenderung lebih kalem dibandingkan tetangganya. Bahkan yang melakukan atraksi di tengah lapangan hanya orang-orang tertentu yang berseragam tidak seperti di sisi India hampir setengah pengunjung tumpah ke tengah lapangan untuk menari.

Di sisi India, seorang pria memandu jalannya pembukaan serta memimpin yel-yel penuh semangat. Dia juga mengajak penonton yang duduk untuk turun ke lapangan dan menari diiringi lagu-lagu khas negara India, beberapa bahkan pernah saya dengar di dalam film Bolywood yang pernah saya tonton.

Beberapa menit dan beberapa lagu kemudian dimulailah acara ceremonial tersebut. Deretan tentara yang mengenakan seragam khusus mulai memeragakan aksi mereka masing-masing. Menurut saya pribadi, atraksi baris-berbaris yang ditampilkan sangat unik beda dengan yang sering kita lihat di upacara kenegaraan di negara kita. Koreografi yang ditampilkan di kedua belah sisi hampir mirip, saya jadi bertanya-tanya apakah kedua negara ini berkoordinasi untuk menciptakan gerakan-gerakan tersebut ya. Para prajurit silih berganti menuju gerbang perbatasan lalu kembali ke barisan awalnya. Setelah komandan upacara kembali ke tempatnya, para prajurit tersebut membubarkan diri ke pinggir lapangan lalu sang pemandu acara mulai meneriakkan yel-yel penyemangat kembali.

Acara yang berlangsung kurang lebih empat puluh lima menit itu memang terasa membangkitkan semangat nasionalisme masyarakat negara ini. Hampir seluruh pengunjung yang datang adalah masyarakat lokal padahal acara ini diadakan setiap hari. Tak jarang pula mereka menggunakan atribut kebangsaan seperti baju yang berwarna senada dengan benderanya, ada juga pengunjung yang mewarnai wajahnya dengan cat hijau dan oranye layaknya bendera India.

Kesempatan untuk berkunjung ke perbatasan ini menjadi salah satu hal yang berkesan selama saya berkunjung ke India. Jika kamu juga ingin berkunjung ke tempat ini, pastikan kamu sudah sampai di lokasi sebelum acara dimulai ya karena menjelang mulainya acara gerbang masuk sudah sangat padat dan siapa tau jika dengan datang lebih awal kamu jadi ingin bergabung menari bersama masyarakat lokal, boleh-boleh saja loh. 🙂

-Rie

Related posts

12 Thoughts to “Semangat Nasionalisme di Wagah Border”

  1. Itu kenapa kok antrian turis lebih pendek daripada antrian warga lokal? Jarang ada turis yang berminat nonton atraksi ini kah?

    1. Rie

      Kayanya karena jarang ada turis yang mampir ke kota ini deh.. jadi turis nya cuma dikit banget

  2. Itu kenapa antrian turisnya lebih pendek daripada antrian warga lokalnya? Jarang ada turis yang minat nonton atraksi ini kah?

  3. Wah keren banget ya pertualangannya selama di india… Terus terang saja, dulu abang ipar ngajak main ke negaranya, eh malah ga kesampaian abang dah istirahat…

    India itu unik Dan buat penasaran

    1. Rie

      Iya mbak… kapan kapan main deh kesana.. pengalamannya seru bingit..

  4. Pengalaman menarik banget ya mba Rizka! Terus itu auto-rickshaw nya good deal banget!

    1. Rie

      Banget mbak… sekarang kalo dipikir-pikir itu murah banget ya.. hehehe

  5. Wow!!!! pengalaman berkunjung ke perbatasan India-Pakistan? salut. Berani banget mba?? sendiri?
    Baca atraksinya ini cuma menonton para tentara baris berbaris penonton bisa membludak gitu ya? apa krn atraksinya di perbatasan??? Salut ama mba.

    1. Rie

      Aku kemaren berdua sama temen.. mungkin karena atraksinya unik kali ya jadi banyak yg mau liat..

  6. wah asyik ya melihat pertunjukan di batas dua negara
    menyasikan dua pertunjukan berbeda
    bagus acaranya untuk mengeratkan persaudaraan dua negara dan juga untuk menggaet turis

  7. keren ya wagah border, kemudian acara nya membuat kita berdebar debar
    akan menaikkan emosi untuk semangat nasionalisme

    luar biasa

  8. Wah, salut sekali nasionalismenya tinggi. Habis komen mau langsung mampir lihat videonya, penasaran 🙂

Leave a Comment