Semalam Suntuk di Kota Hantu Jaisalmer

Jam sudah menunjukkan pukul 10.00 malam. Sudah waktunya saya tidur. Memang saya bukan termasuk orang yang tahan untuk tidur terlalu malam. Maklumlah saya lebih “on” di pagi hari dibandingkan di malam hari. Oleh karenanya ajakan untuk keluar malam itu langsung saya tolak apalagi ajakannya adalah berkunjung ke kota hantu. Duh, bukan gue banget cynt. Namun karena rengekan dan ocehan host kami dan iming-iming bahwa “ini cuma sebentar saja kok, dan kapan lagi kesana gratis karena ada mobil yang bisa mengantar pulang-pergi” akhirnya dengan malas saya menarik winter coat dan sarung tangan saya lalu beranjak turun dari kasur. Malam itu akhirnya kami bertujuh menjejali Avanza hitam untuk menuju Kuldhara Village atau yang dikenal dengan Kota Hantu-nya Jaisalmer.

Sunset di Kota Jaisalmer

Jaisalmer merupakan sebuah kota kecil di perbatasan pada district Rajashtan, India. Kota ini dikenal dengan Golden Fort dan padang pasir yang mengelilingi kota. Para turis yang berkunjung ke Jaisalmer hampir dapat dipastikan ingin menjelajah gurun pasir yang membentang mengelilingi kota. Berbagai jasa yang menawarkan desert safari bertebaran di setiap sudut kota dengan harga yang bervariasi. Kuldhara Village sendiri berjarak 30 menit berkendara dengan mobil ke tengah-tengah gurun pasir atau sekitar 20 kilometer dari pusat kota.

Sejak hari pertama sampai di Kota Jaisalmer, saya sudah mendengar desas-desus mengenai kota hantu ini. salah seorang teman kami bahkan sempat bercerita mengenai sejarahnya dan juga jarak kota hantu ini dari pusat kota. namun karena saya bukan penggemar wisata misteri, saya acuh tak acuh saja. tak ada niat sedikitpun untuk mengunjungi kota hantu itu di siang hari, apalagi malam hari.

Ada beberapa cerita mengenai mengapa Kuldhara Village ini dikenal sebagai Kota Hantu, legenda yang paling terkenal adalah pada jaman dahulu kala, Kuldhara merupakan sebuah desa sejahtera yang ditinggali oleh suku berkasta Brahma. Pada satu ketika sang raja yang memerintah negeri saat itu menginginkan putri dari sang pemimpin desa untuk menjadi pasangannya. Namun karena adanya perbedaan kasta antara Sang Brahma dengan Sang Raja, persatuan tersebut tidak dimungkinkan. Sang Pemimpin desa menolak permintaan dari Sang Raja. Sang Raja yang mendengar kabar penolakan tersebut menjadi marah dan mengancam akan menyerang desa tersebut keesokan harinya jika ada penduduk desa yang menghalanginya untuk memiliki gadis itu.

Mendengar ancaman dari Sang Raja, Sang pemimpin desa pun akhirnya menyampaikan kepada seluruh penduduk desa bahwa malam itu mereka semua harus pergi dari desa dan meninggalkan tempat tinggal mereka apa adanya serta mengunci desa tersebut dengan kutukan agar tidak ada orang yang akan pernah bisa tinggal di dalamnya lagi. Pagi harinya ketika Sang Raja sampai di desa, semua orang telah lenyap dan hingga sekarang tidak diketahui keberadaannya. Bukan itu saja, konon katanya karena adanya kutukan tersebut, tidak ada orang lagi yang pernah tinggal di desa itu hingga saat ini.

Cerita lainnya mengenai Desa Kuldhara itu adalah desa tersebut ditinggalkan karena adanya gangguan persediaan air untuk masyarakat di dalamnya. Namun penelitian terakhir menyebutkan bahwa Kuldhara dan desa-desa sekitarnya ditinggalkan oleh penduduknya akibat adanya gempa bumi yang terjadi di masa lampau. Desa yang ditinggalkan itulah yang hingga saat ini menjadi salah satu cagar budaya dari pemerintah setempat. Dengan dibumbui berbagai cerita dan legenda akhirnya desa tersebut tetap kosong dan menjadi salah satu atraksi misteri Kota Jaisalmer.

Kuldhara Village (Source: wikipedia)

Kami sampai di Kudhara menjelang tengah malam, angin gurun yang menerpa malam itu terasa menusuk tulang karena saat itu sudah masuk musim dingin. Tidak ada penerangan sama sekali di dalam area tersebut sehingga suasana sedikit mencekam. Kami berjalan dalam diam menuju beberapa reruntuhan bangunan kota.

Saya yang sudah bete karena kejadian asap di dalam mobil tambah bete karena sang host tidak berhenti mengoceh dan tiba-tiba ada anjing yang mengikuti kami dari belakang. Ketika sampai di sebuah bangunan, tiba-tiba ada seekor sapi yang keluar dari dalam bangunan tua dan membuat beberapa dari kami histeris. Kalau saja kejadian itu di negara saya sendiri pasti saya sudah mencak-mencak namun karena saat itu sudah tengah malam, di tengah gurun, gelap gulita, tidak ada sinyal dan saya tidak tahu jalan pulang akhirnya saya bertahan mengikuti tour tengah malam itu.

Malam itu Kota Kuldhara memang tidak terlihat jelas oleh mata saya karena tidak ada penerangan di dalamnya. Hanya bintang-bintang berkelap-kelip di atas langit sana. Namun bangunan-bangunan yang kami datangi masih terlihat kokoh dalam kegelapan. Beberapa bahkan masih mempunyai atap yang utuh dan ruangan-ruangan yang bentuknya masih terlihat jelas. Host kami mengajak kami keluar masuk bangunan hingga naik ke salah satu atap bangunan untuk melihat keseluruhan kota dari ketinggian sambil tidak berhenti mengoceh mengenai cerita-cerita tentang kota hantu. Akhirnya tour dadakan tersebut berakhir sekitar pukul 1 pagi dan kami langsung pulang kembali ke hotel.

Bagi saya, tour tersebut sangat menjengkelkan karena diadakan di tengah malam dan kami tidak dapat melihat dengan jelas apa saja yang ada di dalam desa itu. Namun jika suatu saat kamu berniat untuk berkunjung ke Jaisalmer dan ingin mengunjungi Kuldhara Village, pastikan kamu datang di siang hari dan dipandu oleh pemandu ahli yang dapat menjelaskan secara detail bagian-bagian dari desa itu sehingga kamu dapat belajar banyak. Jangan berkunjung di tengah malam kecuali kamu memang mau berburu “sesuatu” di kota hantu itu. Tour ke kota hantu ini juga termasuk ke dalam desert safari yang ditawarkan oleh berbagai operator tour di Kota Jaisalmer, jadi daripada datang sendiri tengah malam ke tempat ini, lebih baik kamu datang bersama ahlinya, dijamin aman dan nyaman.

-Rie-

Related posts

28 Thoughts to “Semalam Suntuk di Kota Hantu Jaisalmer”

  1. Sensasinya lain ya kalau malam2 datangnya hehe..padahal siang lebih jelas ya 🙂

    1. Rie

      iya, haha.. tapi gak lagi-lagi deh…:P

  2. Ada-ada aja nih hostnya :))
    Yaa bisa aja sih datang malam-malam ke sana, tapi sekalian cari obyek foto… Milky Way mungkin? Daripada jalan gelap-gelapan nggak ada apa-apa pula…

    1. Rie

      Iya. Kemaren udah gak kepikiran milky way lagi karna udah kesel. Hahaha… lagian spooky gt ih. Lol

  3. Bacanya rada deg-deg-an nih wkwk
    Di India ada juga kota gitu ya menarik jd wisata malam :d
    Tapi nggak deh kalo bikin adrenalin ga stabil hahaha

    Boleh minta follow backnya kak? http://www.onixoctarina.com/

    Nuhun

    1. Rie

      Iya. Untungnya kemaren ada orang lokalnya jadi rasanya biasa aja si (tapi boong :p)

  4. seru juga ya tour tengah malam. Mungkin tujuannya biar dapat feel “serem” nya berkunjung ke tempat itu pada malam hari. Kalau rasa takut berarti kunjunganya berhasil hehe..

    1. Rie

      Iya kayanya tujuannya emang bikin ngeri-ngeri sedap gt… ahaha

  5. ngeri juga ya kalo tour gitu malem-malem :3

  6. Wah jadi kayak jurit malam ini ceritanya kak. Tapi jadi pengalaman baru yang yaaa meskipun tidak menyenangkan karena ga bisa lihat apa-apa. Hehehe

    1. Rie

      Naini bener banget. Tapi ini juritnya gak pake bawa lilin segala kaya pas jaman sekolah dulu. Hihii

  7. ya sih kalo wisata malam gelap gulita apa juga yang mau diliat yah ??? tapi namanya juga pengalaman, senang atau tidak tetaplah jadi pengalaman… 🙂

    1. Rie

      Iya bener… sekarang jadi cerita.. kalo pas ngejalanin rasanya gimanaaaa gt…

  8. Nggak ada pengalaman hantu-hantinya bermunculan ya? Haha. Selalu ada bumbu-bumbu di setiap perjalanan ya.

    1. Rie

      Ahaha… alhamdulillahnya gak ada mbak… heuuu… jangan sampe deh liat gituan :p

  9. wah, mungkin yang demen wisata ke tempat tempat horor boleh dicoba ke sini ya mbak. tapi kalau dari cerita mbaknya aku jadi gak pengen. hehehe

    1. Rie

      Kalo siang siang kesana boleh loh dicoba 😉

  10. Kesel tapi lucu juga pengalamnnya ya, wkkkk.
    Pas adegan sapi muncul dr bangunan tua rasanya pembaca kayak lagi nonton org kaget dr dlm TV, hehe.

    1. Rie

      Itu zonk point banget deh pokoke… kalau diinget skrg jadi kocak…

  11. Wah menarik sekali jjs ke negara dan lokasi yang berbeda apalagi semalam suntuk

  12. ya ampun
    udahlah tengah malam
    yg dikunjungi kota hantu pula
    hahaha bete banget lah tu

  13. Hehehe… Wisata tapi gelap ya. Wisata melihat kerlipan bintang deh judulnya hehe. Tapi seru juga, jadi penasaran gimana sensasinya..

  14. luar biasa ya … bahkan kota hantu pun bisa menjadi pariwisata yang keren

  15. keren ya … kota hantu saja bisa jadi pariwisata yang sangat keren

  16. biar pun misteri tapi ga se misteri di negara sendiri. kadang tempat2 misteri di negara lain itu kita anggap biasa, tapi kalau di negara sendiri baru efeknya luar biasa, meskipun kita kunjungi siang hari, namun tetap merasakan sensasi yang berbeda.

    malam2 datang kesana, cuma untuk melihat bintang dan merasakan angin malam yang menusuk, haha

    1. Rie

      iya bener… efek misteri di negara sendiri lebih serem. soale kita udah tau bentuknya (efek banyak film horor ni).. hahaha :p

  17. Waaaah keren nih, tournya tengah malam….ke kota hantu lagi. Kalo di Indonesia, kota hantunya dimana yah?

    1. Rie

      kalo di Indonesia saya belum tau.. tapi ada juga tour misteri di beberapa kota si yang aku tau.. 😀

Leave a Comment