Satu Hari di Muscat

Muscat, Al-Ain Palace Muscat, traveling ke Muscat, traveling ke Oman, Backpacker ke oman, panduan ke oman, panduan ke muscat

Ceritanya saya belom pernah kepikiran untuk datang ke Muscat, sampai akhirnya dapat tiket promo dari Kochi ke Abudhabi dan transit di Muscat selama 20 jam. hih. kapan lagi coba. setelah cek ricek, ternyata paspor Garuda kita bisa masuk ke Oman hanya dengan Visa On Arrival, jadilah saya memutuskan untuk ambil tiketnya dan menyiapkan perjalanan kilat saya ke Oman.

sesampainya di Airport, ternyata kata petugas imigrasi yang saat itu bertugas, ternyata VOA untuk 10 hari sudah ditiadakan dan yang ada hanya VOA untuk 30 hari yang harganya 4 kali lipat dibanding budget VOA yang saya siapkan, sedih, tapi mau gimana lagi, sudah sampai, lanjut saja sekalian.

Kota Muscat sangat cantik dan bersih, terdapat pedestrian dimana-mana yang memudahkan pejalan kaki untuk berjalan di atasnya, ditambah lagi pedestrian dihiasi bunga warna-warni yang membuatnya semakin indah. selain itu, karena saya datang ketika musim dingin, cuaca di Kota Muscat sangat menyenangkan, sejuk dan nyaman.

Bandara Muscat terletak cukup jauh dari pusat kota. Cara paling mudah untuk menjangkau kota adalah dengan menggunakan taksi, tentunya jika berkunjung dengan teman-teman cara ini paling efektif, namun jika traveling sendirian, naik taksi merupakan pilihan paling mahal, ongkos taksi dapat mencapai 7 rial dari bandara menuju pusat kota. Apalagi kurs negara kita kalah jauh dengan kurs Oman. sebagai catatan ketika saya berkunjung, 1 Omani Rial adalah sebesar 35 ribu rupiah saja. huks. kebayang kan mahalnya. namun ada alternatif yang lebih ekonomis untuk menjangkau pusat kota dari Bandara Muscat yaitu dengan menggunakan bus.

Sesampainya Bandara Muscat, yang harus kita lakukan adalah berjalan keluar dari area bandara hingga menemukan jembatan penyeberangan. Untuk menuju pusat kota, kita harus menyeberang melalui jembatan tersebut lalu berjalan ke arah halte bus yang terdapat tidak jauh dari jembatan tersebut. harga tiket bus adalah kurang lebih sebesar 300 toman (1Rial Oman = 1000 Toman). bisa dibandingkan kan perbedaan ongkos antara bus dan taksi? tentunya dengan menaiki bus, kita dapat hemat banyak.

Bangunan menarik pertama yang dapat kita kunjungi dari arah bandara adalah Masjid Sultan Qaboos. Masjid megah tersebut merupakan landmark kota Muscat. Perlu diketahui bahwa untuk masuk ke dalam masjid tersebut, kita harus berbusana muslim dan bagi wanita termasuk menutup kepala. Waktu berkunjung untuk masuk ke dalam masjid ini adalah hingga pukul 11 siang saja. Saat saya tiba, sudah lewat dari pukul 11 siang, namun saya bertanya kepada petugas apakah memungkinkan jika saya shalat di dalam masjid tersebut yang tentunya langsung diijinkan dan ditunjukan pintu yang berbeda dengan pintu khusus wisatawan. Masjid Sultan Qaboos sangat indah dan megah, tempat shalat-nya pun sangat nyaman.

Selesai mengunjungi masjid ini, saya melanjutkan perjalanan ke daerah Mutrah. Daerah Mutrah terletak di sekitar pantai, dipenuhi bangunan menarik dan juga masjid, katanya dari daerah ini juga kita dapat menyaksikan sunset paling indah di Muscat. Daerah Mutrah merupakan daerah pusat perdagangan sebelum negara ini menemukan minyak bumi beberapa tahun lalu.

Daerah Mutrah sangat cantik, dan dapat dikatakan merupakan daerah favorite saya di Muscat. terdapat beberapa tempat menarik di sini yang dapat kita jelajahi dengan berjalan kaki, diantaranya: Mutrah Souk atau Pasar Mutrah, Watch Tower, Corniche atau pantai di sekitar Mutrah dan Fish Market yang baru saja dibangun di samping Pelabuhan Mutrah. beberapa ratus meter dari Mutrah Souq juga terdapat Al-Alam Royal Palace dan beberapa museum menarik.

 

 

 

 

 

 

Satu lagi, jika teman-teman mengunjungi daerah Mutrah, jangan lupa untuk mencicipi Omani Halwa dan Kahwa. Kahwa berarti kopi dalam Bahasa Arab. Omani Kahwa terkenal dengan tekstur dan rasanya yang menarik karena dicampur juga dengan bubuk kapulaga dan biasanya juga disajikan bersama Omani Halwa yang merupakan dessert paling terkenal dari Oman. Halwa sendiri berarti Makanan penutup dari Bahasa Arab. Dessert ini dibuat dari gula, madu, air mawar, telur, beberapa rempah dan juga kacang. tekstur makanan ini mirip seperti dodol dari Indonesia.

Selain mengunjungi Masjid dan daerah Mutrah, saya juga mengunjungi beberapa club yacht dan private beach. menurut saya, 20 jam untuk kota Muscat lebih dari cukup untuk menjelajahi tempat-tempat menarik di kota ini. namun perlu waktu lebih dari satu hari untuk mengunjungi tempat-tempat lain di luar Kota Muscat. saya merekomendasikan untuk datang ke Negara Oman ketika musim dingin karena cuacanya sangat sejuk dan nyaman, namun jika rekan-rekan berencana untuk mengunjunginya pada musim panas, siapkan fisik karena suhu udara dapat mencapai 40 derajat celcius.

jadi, kapan mau berkunjung ke Oman? 🙂

 

-Rie-

 

 

Related posts

4 Thoughts to “Satu Hari di Muscat”

  1. Masjidnya keren banget yah. Beruntung sekali bisa mampir sebentar ke situ.

    1. Rie

      bangettt… favorite banget deh

  2. Selama di Muscat tetap menggunakan bus?
    Bus dari Airport langsung ke Mesjid Sultan Qaabos?

    1. Rie

      kemaren si naik mobil temen. tapi kalau mau naik bis ada kok yang dari airport ke masjid.
      keluar dari airport nanti ketemu jembatan penyebrangan, nyebrang ke seberang jalan, lalu nunggu bus warna merah disana, sekali jalan tiketnya sekitar 200toman. nanti turunnya di halte deket dengan masjid Sultan Qaboos.

Leave a Comment