Raja Ampat: Cara menuju ke Surga di Timur Indonesia

Beberapa orang “meyakini” kalo ke Papua itu jauh, beberapa lainnya beranggapan daerah timur itu mahal dan sulit. Saya sendiri sempet grogi berat sebelum berangkat ke daerah ini, sampe-sampe salah seorang sahabat saya (sebut saja tyo) berkata, “udah sering jalan ke luar negeri, masa mau ke Raja Ampat aja grogi…” hehehe… tapi malah saya berpikir, justru karena traveling di negeri sendiri  itu lebih menantang dibandingkan traveling ke luar negeri. Alasannya? Banyaaaakkk.. mulai dari kemudahan fasilitas, angkutan sampe keindahan yang lebih oke daripada melancong ke luar negeri. Hehehe…

Pada postingan saya kali ini, saya mau bercerita mengenai gimana sih menuju ke Raja Ampat, Papua. Mungkin jika ada pengunjung blog ini yang punya pengalaman serupa, dan mau sharing, saya persilahkan ya di kolom komentar di bawah.

Rencana saya untuk berkunjung ke Raja Ampat direncanakan lebih dari enam bulan sebelum keberangkatan, setelah “menemukan” salah satu trip yang punya agenda untuk mendatangi daerah yang terkenal atas pemandangan bawah lautnya yang sangat cantik ini, beberapa kali mencicil biaya trip yang disediakan. Akhirnya “PR” yang saya punya hanya membeli tiket perjalanan dari Jakarta ke Sorong PP karena harga paket trip yang saya ambil tidak termasuk harga tiket pesawat pulang pergi dari Jakarta ke Papua.

Sebulan sebelum hari H, barulah saya melengkapi semua tiket yang diperlukan. Rute-nya adalah Jakarta-Makassar PP dan Makassar-Sorong PP. sebenarnya, ada juga maskapai yang melayani penerbangan langsung dari Jakarta ke Sorong, tapi saya baru nyadar ketika sudah sampai di Sorong (ini akibat malas browsing dan nanya, gan).

Saya berangkat dari Jakarta ke Makassar pagi sekitar pukul 06.00, dan sampai di Makassar sekitar pukul 10.00. saat itu, saya memang berencana untuk menginap satu hari di Makassar, lumayan kan sekali mendayung dua tiga pulau terlewati. Keesokan harinya, barulah saya naik maskapai plat merah ke Sorong. Saya berangkat dari Makassar sekitar pukul 09.35 (setelah ngaret 20 menitan) dan sampai di Sorong sekitar pukul 13.00. nah ini yang perlu disiasati, ternyata kapal laut yang berangkat dari Sorong menuju Waisai (ibukota Raja Ampat) cuma ada sehari sekali dan berangkat pukul 14.00. jadi jika rekan-rekan memang berencana untuk mengunjungi Raja Ampat dan tidak mau tergesa-gesa (seperti saya), saya sarankan untuk naik pesawat dengan jadwal yang lebih “aman”, soalnya jarak antara Bandara Sorong dengan Pelabuhan cukup memakan waktu, yaitu sekitar 15-30 menit jika jalanan lancar. Ga mau juga kan ketinggalan ferry karena pesawat dari Makassarnya delay, kecuali memang jika rekan-rekan berniat untuk menghabiskan satu malam lagi di Sorong.

Sesampainya di Sorong, saya langsung dijemput oleh mobil yang sudah disewa oleh Photopacker untuk mengantarkan kami ke Pelabuhan. Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, jarak perjalanan dari Airport ke Pelabuhan adalah 15-30 menitan jika jalanan lancar. Sampai di Pelabuhan, saya dan teman-teman langsung membeli tiket kapal seharga 130.000 sekali jalan (tiket ini sudah termasuk bagian dari paket trip-nya). jika mau jalur cepatnya menuju ke Waisai, rekan-rekan juga bisa ko menyewa boat di sini, tapi tentunya harga yang dibanderol melambung jauh dibandingkan dengan harga tiket kapal yang kali ini saya beli.

Setelah sempet ngaret selama satu setengah jam akibat cekcok urusan tiket dari pihak pengelola kapal dan penjual tiket, akhirnya kapal yang saya tumpangi pun berlayar menuju Waisai. Perjalanan dari Sorong menuju ke Waisai dilalui sekitar 2-3 jam. Saat itu kapal yang kami tumpangi cukup besar. Hampir sama besarnya dengan kapal yang pernah saya tumpangi dari Jepara ke Karimun Jawa atau dari Phuket ke Phi-Phi Island, hanya saja, kali ini musik yang dipertontonkan oleh pihak kapal adalah musik dangdut dan campur sari :p

Dua jam terombang-ambing di lautan, ditambah pusing karena musik yang ditampilkan di televisi kapal, akhirnya sampai juga di Waisai (yeeeeaayyyy). Kesan pertama menginjakkan kaki disini adalah, airnya bersih banget, padahal daerah pelabuhan kapal itu baru pintu masuk menuju tempat-tempat lain di Raja Ampat, bahkan saya sempat melihat beberapa kepiting naik turun di sekitar karang yang ada di pinggir pelabuhan. Aseli bersih!!!

Di Waisai, sebenarnya banyak terdapat pilihan hostel/hotel/guest house. Temen-temen bisa milih sendiri sesuai dengan budget yang sudah disiapkan. Kemaren si saya ga sempet untuk lihat-lihat dan nanya-nanya harganya, hehehe.. tapi di trip saya kali ini, tempat saya untuk menginap sudah disediakan di Hamueco Resort,  Tempat dan suasananya asik banget. Bisa lihat sunrise sekaligus sunset cuma beberapa langkah saja dari kamar. Dewa deh!!!

Oh oya, untuk mencapai Resort tersebut, kali itu kami dijemput oleh boat milik resort. Jadi dari Pelabuhan, kami naik boat lagi ke resort-nya. Perjalanannya sekitar 15 menitan. Kalo mau naik mobil juga bisa si, tapi lebih lama, soalnya jalannya muter dan naik turun.

15 menit kemudian, akhirnya saya dan teman-teman saya sampai juga di resort. Pemandangannya, keren banget. Kalau kata salah satu rekan saya, tempat ini tempat yang pas banget buat merenung. Hihi.. soalnya tenaaang banget, hanya ada suara deburan ombak *tsah. (dan suara ngakak temen-temen satu trip saya)

 

-Rie-

 

Related posts

Leave a Comment