Menikmati Bibimbab di Kota Kelahirannya

Bibimbab, Korea Selatan, Kimchi, Makanan Korea Selatan

Cantik! Itu kalimat pertama yang terbersit ketika saya menaiki taksi menuju guesthouse dari terminal bis. Saat itu sudah Bulan Januari, ibarat hadiah ulang tahun yang saya berikan untuk diri saya sendiri, saya dan seorang teman berkunjung ke negeri gingseng, Korea Selatan. Jeonju adalah kota kedua yang saya singgahi setelah Busan. Tujuan saya ke Jeonju salah satunya adalah mencicipi hidangan khas Korea Selatan yang sangat terkenal, yaitu Bibimbab. Pemandangan Kota Jeonju ala drama-drama Korea menyapa saya sepanjang perjalanan saya menaiki taksi dari terminal bis ke Hotel. Pohon tinggi tanpa dedaunan berdiri tegak di kanan kiri sungai. Cuaca dingin karena saat itu sudah memasuki musim dingin, langit teduh sehingga sangat pas untuk berjalan-jalan keliling kota.

Sebelum mengunjungi Korea Selatan sebenarnya saya sudah melakukan sedikit riset kecil-kecilan mengenai tujuan yang akan saya datangi di kota ini. Salah satu topik yang saya cari tentunya adalah tempat makan Bibimbab yang paling enak di Jeonju.

Bibimbab secara harfiah berarti nasi campur. Hidangan ini berisi nasi beserta sayur, telur, daging dan juga gochujang (saus kedelai pedas). Bibimbab dapat disajikan di dalam sebuah hot pot ataupun di dalam mangkuk biasa dan tentunya karena Korea terkenal dengan hidangan pendamping, Bibimbab juga dihidangkan dengan berbagai jenis pendamping termasuk Kimchi, salad dan juga sup.

Beres meletakkan barang-barang di guesthouse, saya pun tak lupa bertanya kepada karyawan guesthouse tentang rekomendasi tempat makan Bibimbab yang ternyata hasilnya sama dengan lokasi tempat yang telah saya catat sebelumnya yaitu Hankook Jib.

Dikatakan di dalam perkenalannya, Hankook jib pertama kali menyajikan Bibimbab di Korea Selatan semenjak tahun 1952 dan sudah dijalankan oleh keluarga yang sama selama 3 generasi. Saus yang digunakan di restaurant ini pun terjaga keasliannya karena disimpan di lokasi yang sama semenjak pertama kali digunakan semenjak tahun 50-an. Keaslian dan rasanya yang enak sudah membuat Hankook Jib diperkenalkan oleh 2011 Michelin Guide Korea sebagai Restaurant Bibimbab terbaik.

Hankook Jib berlokasi tak jauh dari Gyeonggijeon Palace, letaknya di tengah kota dan review-nya yang cemerlang membuat saya melangkahkan kaki dengan mantap menuju lokasi restaurant ini. Tempatnya pun dapat dengan mudah ditemukan karena huruf yang terpampang di depan restaurant adalah huruf alphabet romawi, jadi jangan khawatir tidak dapat menemukan lokasinya bagi kamu yang tidak dapat membaca aksara hanggul ya. Restaurant ini menyediakan tempat parkir yang sangat luas, nampaknya memang tempat ini sangat terkenal sehingga banyak mobil terparkir di area parkirnya. Begitu masuk ke ruangan makan, kami berdua diarahkan ke meja kosong di pinggir ruangan. Ruang makan luas dan nyaman, menu yang tersedia juga ditulis dalam dua bahasa beserta gambarnya ilustrasinya.

Sebagai seorang penggemar Bibimbab, ekspektasi saya sangat besar ketika memesan sebuah Bibimbab original. Tidak butuh lama hingga pesanan saya datang, semangkuk bibimbab dengan berbagai macam hidangan pelengkap. Secara penampilan, hidangan tersebut sangat cantik ditambah berbagai macam hidangan pelengkap yang tidak pernah saya lihat ketika saya datang ke restaurant Korea di Indonesia. Bibimbab itu sendiri terlihat fresh sehingga dapat dilihat bahwa hidangan itu baru saja dibuat dengan bahan-bahannya mempunyai kualitas yang baik. Namun, seperti kata chef-chef terkenal kan, taste is everything.

Tanpa banyak bicara, saya mencampur sajian di dalam mangkuk tersebut menjadi satu agar gochujang tersebar ke seluruh elemen hidangan, setelah semua tercampur dengan baik, saya mengambil sesendok hidangan dan langsung melahapnya, rasanya bagaikan terbang di atas awan, maknyusss… hehehe… serius… itu adalah Bibimbab paling enak yang pernah saya makan. Setelah mencoba sesuap Bibimbab, saya pun mencoba satu demi satu hidangan pelengkap yang disajikan. Ada kimchi, salad, kepiting mini, jagung yang dicampur dengan kentang, sayuran dan juga dua buah sup (dingin dan hangat) yang semuanya enak. Campuran dari masing-masing hidangan pelengkap memberikan sensasi yang berbeda jika dimakan bersamaan dengan bibimbab yang disajikan. Kalau ngomong ala Gordon Ramsay kira-kira begini komennya, saus gochujang-nya mengikat semua elemen yang disajikan dan hidangan sampingannya menambah sensasi unik sehingga menjadikan hidangan tersebut absolutely perfect. (okesip saya udah bisa jadi juri Masterchef :p).

Hankook Jib tidak hanya menyajikan bibimbab saja, terdapat juga berbagai jenis daging bakar dan sup. Namun karena porsi Bibimbab yang disajikan sudah membuat kami super kenyang, kami tidak memesan apa-apa lagi selain semangkuk Bibimbab saja. Harga untuk semangkuk original Bibimbab adalah KRW 11.000, yang jika dirupiahkan pada saat itu adalah sekitar 120 ribu rupiah. Hidangan lainnya dibanderol dengan harga sekitar 10 ribu hingga 20 ribu won.

Selesai makan siang saya merasa puas, bukan hanya puas karena kenyang, tapi juga puas karena sudah makan Bibimbab langsung di kota kelahirannya dan di tempat yang paling direkomendasikan. Masih banyak hidangan khas Jeonju yang belum saya coba, eits tapi ini kan kunjungan saya yang perdana ke Kota Jeonju, saya yakin masih ada kunjungan-kunjungan saya selanjutnya kesini dan pastinya akan makan hidangan khas lainnya. Pasti ceritanya juga akan saya bagikan kok 🙂

-Rie

 

 

Related posts

Leave a Comment