Mengintip Indahnya Pulau Bair, Miniatur Raja Ampat dari Maluku

Dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau,

Sambung menyambung menjadi satu, itulah Indonesia…”

Pastinya teman-teman pernah mendengar petikan lagu nasional di atas kan? Persis seperti yang dideskripsikan pada lagu tersebut, Indonesia terdiri dari gugusan kepulauan yang membentang dari Sabang di Ujung Barat hingga Merauke di ujung timur. jika dihitung jumlah pulau yang terbentang dari ujung Indonesia sebelah timur ke sebelah barat, terdapat lebih dari 13 ribu pulau di negara ini yang membuat Indonesia menjadi negara kepulauan terbesar di dunia dan juga negara dengan garis panjang terpanjang di dunia. Kecantikan pulau-pulaunya? Jangan ditanya, Indonesia sudah pasti juara. Kebanyakan orang pasti sudah pernah mendengar keindahan beberapa pulau yang kita miliki seperti: Pulau Bali, Pulau Lombok, Pulau Bintan dan Pulau Mentawai. Kali ini saya akan menceritakan sebuah pulau cantik yang terletak di daerah timur Indonesia yang bernama Pulau Bair.

Pulau Bair terletak di gugusan Kepulauan Kei, Maluku Tenggara. Untuk mengunjungi pulau cantik ini, kita dapat menginap di Kota Tual yang terletak di Pulau Kei Kecil karena Pulau Bair merupakan pulau yang tidak berpenghuni. Perjalanan yang harus ditempuh dari Batam untuk menuju Kepulauan Kei dapat dibilang tidak sebentar, dengan mengendarai pesawat terbang saja kita harus transit melewati Jakarta atau Makasar dan Ambon lalu melanjutkan perjalanan lagi dengan pesawat kecil kurang lebih 1 jam ke Kota Tual. Di dalam Kota Tual sudah banyak terdapat penginapan maupun fasilitas untuk mendukung kita berlibur di sekitar Kepualuan Kei termasuk Pulau Bair.

Untuk mencapai Pulau Bair dari Kota Tual kita dapat memulai dengan mengendarai mobil atau motor kurang lebih 30 menit lalu dilanjutkan berkendara menggunakan boat selama kurang lebih 1,5 jam. Ombak yang cukup bergelombang dan jarak yang tidak dekat memang menjadi tantangan tersendiri untuk mengunjungi pulau ini, namun itu semua sebanding dengan destinasi yang dituju. Sepanjang perjalanan menuju Pulau Bair kita juga akan melewati beberapa pulau yang memiliki garis pantai putih dan cantik sehingga perjalanan 1.5 jam yang cukup bergelombang tidak akan terasa lama.

Memasuki Pulau Bair, kita akan disambut oleh pasir putih yang menjorok ke pantai sehingga terlihat seperti gerbang masuk ke teluk yang terbentuk di pulau ini. Pulau Bair didominasi oleh tebing-tebing menjulang tinggi dan pantai berpasir putih dengan gradasi warna biru kehijauan yang cantik. Tebing-tebing yang mengelilingi pulau ini membentuk dua buah teluk yang menjadikan pantai di dalam teluk relatif tenang dan dangkal. Pulau Bair juga kaya akan vegetasi mangrove yang menjadi habitat berbagai spesies ikan di dalamnya. Bahkan jika beruntung, kita dapat menjumpai anak hiu jenis blackpit dan juga ikan pari ketika berkeliling di sekitar pulau ini.

Berenang di sekitar pantai merupakan hal yang wajib untuk dilakukan di Pulau ini, pantai yang jernih, tenang dan cenderung dangkal membuat kegiatan berenang dapat dilakukan walau hanya dengan menggunakan kacamata renang biasa atau bahkan tanpa peralatan apapun. Pulau ini juga dapat memuaskan para pecinta kayaking atau memancing karena airnya laksana kolam renang luas alami.

Di pinggir pantai terdapat tiga buah saung terapung yang sengaja dibuat untuk para pengunjung beristirahat makan siang atau hanya sekedar untuk leyeh-leyeh di pinggir pantai. Namun sedari datang hingga pergi dari pulau ini, saya hanya menjumpai beberapa orang saja yang singgah di pulau cantik ini, sebagian besarnya bahkan hanya foto-foto sebentar di pinggir pantai lalu pergi tanpa mencicipi berenang di pantai cantiknya. Aih sayang sekali…

Kegiatan lain yang ditawarkan oleh pulau ini adalah snorkeling di bagian laut yang agak jauh dari pinggir pantai. kami sempat menjumpai gerombolan ikan dan ikan pari ketika berkelliling pulau Bair. Namun disarankan bagi teman-teman pemula yang ingin melakukan snorkeling di sekitar Pulau Bair agar ditemani orang yang berpengalaman atau menggunakan pelampung ya, karena arus dapat berubah secara tiba-tiba.

Pulau Bair juga seringkali disebut Raja Ampat dari Maluku. Rangkaian tebing yang mengelilingi pulau dan warna laut yang cantik membuat Pulau Bair sekilas terlihat mirip seperti Raja Ampat di Papua. Bagi pecinta fotografi, keindahan pulau ini tentunya merupakan objek yang sangat menarik untuk diabadikan.

Beberapa tips yang dapat saya berikan jika teman-teman ingin mengunjungi Pulau Bair:

  1. Sering-seringlah mencari tahu kapan ada tiket promo, karena lokasi ini cukup jauh maka harga tiket pesawat untuk berkunjung kesana relatif mahal. Hanya ada sedikit maskapai yang melayani rute Ambon-Tual, mengenai ini hendaklah teman-teman memilih sesuai dengan budget dan kebutuhan. Jangan lupa juga untuk mengecek jam terbang maskapai tersebut ya.

  2. Delay atau pembatalan penerbangan dapat dilakukan oleh maskapai karena alasan cuaca bahkan sepengalaman saya, penerbangan dapat saja dialihkan menjadi hari selanjutnya. Oleh karena itu, hendaknya rekan-rekan mempersiapkan cuti liburan yang cukup senggang jika ingin mengunjungi kepulauan ini agar dapat berlibur dengan nyaman dan tidak was-was akibat penundaan atau pembatalan penerbangan.

  3. Gunakan krim tabir surya/sunblock dengan spf tinggi. Keindahan pulau ini dapat membuat kita lupa waktu ketika berkegiatan di sekitarnya, terik matahari juga cukup menyengat sehingga jika menggunakan sunblock dengan kadar spf yang cukup rendah maka tidak akan cukup untuk melindungi kulit kita. Jangan lupa juga untuk mengoleskan kembali sunblock setiap 3 atau 4 jam sekali.

  4. Bawalah makanan dan minuman yang cukup. Pulau Bair merupakan pulau yang tidak berpenghuni, tidak ada juga penjual makanan atau minuman di sekitar pulau. membawa makanan dan minuman dari penginapan merupakan salah satu cara praktis yang dapat dilakukan agar tidak kehausan dan kelaparan ketika menghabiskan waktu di Pulau Bair.

  5. Jangan lupa untuk mengisi daya baterai kamera atau handphone sebelum berangkat ke Pulau Bair. Setidaknya dengan baterai kamera atau handphone yang cukup kita dapat mengabadikan liburan kita di pulau cantik ini.

  6. Jaga kebersihan, keindahan dan keasrian Pulau Bair. Ini penting banget nih teman-teman, jika teman-teman makan siang atau membawa jajajan dan ada sampah yang dihasilkan, kumpulkan dan bawa kembali sampah tersebut, sampah bisa kita buang di tempat sampah yang ada di kota ketika kembali ke Pulau Kei Kecil. Jangan mencabut pohon, menebang ataupun mencoret-coret lingkungan sekitar yang ada di Pulau Bair. Keindahan dan keasriannya harus tetap kita jaga agar kelak generasi penerus masih tetap bisa menikmati keindahan Pulau ini.

  7. Safety first. Ingat untuk selalu menjaga diri dan kawan-kawan kita. Jika kita ingin berkegiatan baik itu berenang, snorkeling, kayaking, memancing, memoto, mendaki ataupun hanya sekedar duduk-duduk. Pastikan bahwa hal yang kita lakukan tidak membahayakan diri sendiri ataupun orang lain. Kita tentunya tidak ingin liburan yang seharusnya isinya bergembira berubah 180 derajat karena kecerobohan kita sendiri.

Keindahan Pulau Bair menambah sederetan lagi alasan untuk mengunjungi Maluku yang terkenal karena keindahan pantainya. Sekarang kita tidak hanya mengenal cantiknya Pulau Lombok atau Pulau Bali saja, namun juga cantiknya Pulau Bair. Namun jika bertandang ke Kepulauan Kei di Maluku, jangan hanya singgah di Pulau Bair saja ya, terdapat banyak sekali objek wisata lainnya yang tidak kalah cantiknya dengan Pulau Bair yang saya yakin kecantikannya dapat membuat kita bersyukur dilahirkan di negara Indonesia yang indah dan kaya akan sumber daya alamnya.

-Rie-

Original article diterbitkan di Batam Pos tanggal 18 Desember 2016

lihat lebih banyak mengenai kecantikan Pulau Bair disini

Related posts

Leave a Comment