Mencari Cinta di Luang Prabang

alms giving ceremony

Hari masih gelap, dengan enggan kami mulai keluar dari selimut walaupun kantuk masih menggenang. Kami bersiap dalam diam. Sambil menenteng jaket, kami keluar dari kamar dan langsung disambut oleh hawa dingin pagi yang menusuk kulit.

Hari masih pagi di Luang Prabang, gelap dan hampir tidak ada orang di sepanjang jalan. Tetapi keengganan menguap ketika kami berjalan. Beberapa menit kemudian kami sampai juga di tempat yang telah kami bicarakan semalaman suntuk.

Satu dua turis sudah duduk di posisi, sementara kami diam terpaku di sudut jalan. Tidak lama kemudian seorang ibu menghampiri kami.

“Food?” katanya,

“No, thank you,” Jawabku

“It’s ok, you have to join,” dia membalas

“No, thanks, I only come to take picture” balasku lagi

“I will take your picture” tegasnya.

Tertawa canggung aku melirik temanku yang nampaknya pasrah dengan desakan si Ibu.

“Oke then” akhirnya saya setuju.

Si ibu dengan sigap mengalungkan selembar bahan ke leher kami dan memberikan sekeranjang berisi ketan kepada kami. Diam-diam rasa gembira dan harap menghampiri saya.

“I have been wanting to do this since years ago” batinku.

Kami menunggu dalam diam, sesekali menengok ke ujung jalan berharap melihat sesosok yang sudah ditunggu-tunggu. Menit demi menit berlalu, ruang kosong mulai terisi orang-orang yang ingin mengikuti prosesi ini. Ketika cahaya matahari mengintip daratan, rombongan pria berbaris berbalut kain jingga mulai datang menghampiri barisan kami. Mereka membawa tas keranjang yang disampirkan di salah satu pundak mereka. Prosesi pun berjalan dalam diam. Para peserta yang membawa makanannya bergantian membagikannya sedikit demi sedikit kepada biksu yang melewatinya. Selesai satu rombongan berjalan, rombongan lain mengkuti di belakangnya. Prosesi ini berjalan terus hingga matahari terbit sepenuhnya.

suasana sebelum prosesi mulai
Prosesi Alms Giving Ceremony (Tak Bat)

Alms Giving Ceremony atau Tak Bat seperti yang saya tuliskan di atas merupakan prosesi pemberian makanan dari warga setempat kepada para biksu. Prosesi tersebut berlangsung mulai pukul 5.30 pagi hingga 6.30 pagi. Para biksu akan berkeliling kota di setiap pagi.

Prosesi tersebut sudah ada sejak berabad-abad yang lalu. Pada abad ke-14 para biksu setiap paginya akan berjalan ke jalan-jalan kota, dan para warga yang telah menyiapkan makanan (biasanya berupa ketan), sudah menunggu dalam diam di jalanan untuk memberikannya kepada biksu-biksu tersebut. Sampai saat ini prosesi itu masih terus berlangsung bahkan kebanyakan turis yang datang ke Luang Prabang pun berharap dapat melihat atupun ikut dalam prosesinya. Tetapi ingat agar tetap megikuti batas-batas kesopanan jika ingin bergabung atau melihat prosesinya.

Prosesi ini pula yang menjadi alasan kenapa saya ingin mengunjungi Luang Prabang selain dari kotanya yang cantik.

Tidak terasa prosesi telah berakhir. Aku dan temanku beranjak kembali ke hotel yang tidak jauh dari lokasi prosesi tersebut. Sambil berjalan di suasana pagi, saya pun kembali teringat sebuah buku yang pernah saya baca bertahun-tahun yang lalu. Di Buku itu tertulis, bagi siapa yang mengikuti prosesi Alms Giving Ceremony akan mendapatkan cinta sejati. Pikiran saya terbang ke halaman-halaman buku itu.

“Apa iya?” batin saya.

“Well.. mungkin saja” batinku lagi sambal memikirkan kasur yang saat ini lebih menarik dibandingkan cinta sejati.

Sesampainya kembali di kamar, saya bergegas berganti baju lalu kembali meringkuk di bawah selimut sambil berharap bermimpi tentang cinta sejati.

Luang Prabang, June 2019.

-Rie-

Related posts

30 Thoughts to “Mencari Cinta di Luang Prabang”

  1. Waduh, jangan-jangan sampe sekarang aku masih jomlo karena belum ikutan Tak Bat ini hahaha. Oke besok langsung ke Luang Prabang. -gaya banget bilang gitu macam punya Pintu Ke Mana Saja hwhwhw.

    1. Rie

      bahahaha… bisa mas.. bisaaaa 😀

  2. Itu si ibu ngasih itu berarti termasuk “scam” ya untuk ikut alm giving? Aku pas ke sana ditawarin juga tapi karena mesti bayar, jadi ga mau.

    1. Rie

      bisa jadi si, tapi karna emang aku mau jadi gapapa juga. kalo gak niat ikutan bisa kesel juga ditawarin gitu.

  3. Wah, bisa berkunjung ke Luang Prabang dan melihat prosesi upacara yg dilakukan para biksu itu sesuatuuuu ya 🙂 Jadi tahu deh sakralnya adat istiadat dan upacara keagamaan umat lain. Udah lama banget ya sejak abad 14 yg lalu…. nice story.

  4. Seru, bisa lihat kebiasaan warga lokal dan bisa belajar banyak dari sana. Saya termasuk yang juga pernah hunting ceremony ini waktu ke Luang Prabang 😀

    By the way, semoga suatu hari nanti akan datang cinta sejatinya ya mba 😀

  5. Mba mungkin ditambahkah Luang Prabang ini tepatnya di mana. Salut sama warganya yang senantiasa berbagi makanan untuk para biksu, setiap hari lagi ya? harus bangun pagi nih biar ga kelewat ambil fotonya

    1. Rie

      setiap pagi hampir di seluruh kota ada si mbak, jadi gak perlu nyari2 gt. iya ini harus pagi banget biar dapat seluruh prosesnya.

  6. Baru tahu ternyata ada tradisi memberikan makanan untuk biksu seperti ini ya Mbak. Semoga segera bertemu cinta sejatinya 😀

  7. Aku bertanya-tanya Luang Prabang tuh dimana ya? auto browsing google. oalah di Laos ternyata, ku kira di Thailand, hehe. Saat melancong ke tempat baru, melihat ceremony khas disana emang ya selalu menarik ya.

  8. pas nonton ini ada banyak turis juga gak kak yang ikutan nonton? kan biasanya kalo alm giving nih jadi semacam wisata & tontonan turis2 gitu hehe

    1. Rie

      iyes, banyak kok yang nonton. yang ikutan juga banyak.

  9. Aku mencari-cari keterangan dimanakah Luang Prabang ini
    Dan tak kutemukan. Aku pikir tadinya di Tibet malah karena ada biksu-biksu begini
    Ternyata di Laos (hasil gugling)

    Ini tradisi yang unik
    Dan aku yakin warga dengan sukarela mempertahankan tradisi ini karena mereka yakin dengan berbagi mereka akan memperoleh berkah kebaikan
    Semoga suatu hari bisa ke Luang Prabang juga dan mengikuti prosesi ini

  10. Suka sekali dengan gaya bahasanya. Berharap tulisannya sedikit lebih panjang 🙂

    Senang bisa melihat orang yang mau memberi, sebab tidak ada orang yang jatuh miskin karena memberi 🙂

  11. Luang Prabang tuh sebenarnya kental banget sama prosesi ibadahnya. Mayoritas beragama budha yang ibadah sehari2nya bisa dibilang mirip dengan Thailand. Sayangnya sekarang udah gak ada lagi flight ke Luang Prabang dari Kuala Lumpur. Jadi, harus naik bus dari Thailand Utara (cmiiw)

    1. Rie

      iyes, sekarang udah gak ada yang direct dari Kuala Lumpur, flight langsungnya cuma dari Bangkok aja.

  12. Wah keren sekali, berawal hanya untuk mengambil photo malah ikut ngambil bagian, it’s so lovely experience menurut aku ya

  13. kangen trip kaya gini , sekarang kebanyakan trip lala yeye gembira aja nggak bisa dekat dengan kearifan lokal

  14. Awalnya saya kira di Thailand, ternyata ada di Laos toh. Saya seneng sih kalau datang ke suatu tempat dan bisa ketemu sama budaya lokalnya. Bisa nambah pengetahuan dan memperluas pengelihatan hehe

  15. Aku juga kalo ke Luang Prabang bakal mengikuti prosesi ini, Ka. Pasti bakal berkesan banget. Dalam dingin dan ketenangan di Luang Prabang.

  16. haniwidiatmoko.com

    Baru-baru ini lihat di Nat Geo ada tradisi memberi makan untuk para Bikhsu ini. Malahan dikisahkan ada seorang Chef yang masak khusus untuk mereka, karena Chef-nya memang ingin memberi itu. Ternyata ada keharuan tersendiri, memberi dengan ikhlas seperti ini…

  17. Luang Prabang ini kalau gak salah di Laos ,? Ketika ditawarkan makanan oleh ibu tersebut, kita harus membayar sejumlah uangkah?

    1. Rie

      iya di Laos, kemaren bayar sekitar 20ribuan buat ketan sekerannjang itu, mbak

  18. Prosesi ini yang paling ditunggu-tunggu kalo main ke Luang Prabang yah. Beberapa kali baca artikel tentang Luang Prabang pasti banyak yang memasukkan saat menunggu prosesi ini. Aku tuh juga pengen banget bisa bangun pagi dan melihat langsung kegiatannya disana, pasti dingin banget yah saat pagi gitu.

  19. Oh ini di Laos ya..hehe..kudet aku. Bersyukur ya bisa melihat dan terlibat dalam acara sakral itu..

  20. Wahh seru juga bisa mengikuti tradisi unik yang sudah ada semenak abad ke 14 yang lalu ya mas. Keren!

  21. Lina W. Sasmita

    Beberapa kali baca tentang prosesi dan kebiasaan para biksu ini. Jadi makin penasaran untuk berkunjung ke Luang Prabang.

  22. Syahdu banget ya lihat prosesinya, beruntung sekalu bisa ke sana, wah ada mitosnya juga ya bisa menemukan cinta sejati..

  23. gini nih serunya BW aku jadi nambah wawasan. aku baru tau tradisi Alms Giving Ceremony, ini tuh berlangsung hanya di luang prabang atau di daerah lain juga ya ?

    1. Rie

      di Jakarta juga dulu pernah ada pas ada festival gitu mbak. tapi kalau aku baca, alms giving itu emang budaya Laos.

Leave a Comment