Mari Menjelajah Sabang (Part 1)

pantai sumur tiga, pantai di sabang, sumur tiga, pantai di aceh

Perjalanan ke Sabang memang menyisakan banyak cerita buat saya dan teman-teman saya. Kami sudah heboh beberapa minggu sebelumnya untuk menentukan nanti mau kemana saja ketika sampai di Sabang, walaupun punya waktu 4 hari, tapi tetap saja menurut saya masih kurang banget.

Sabang, merupakan kota yang terletak di Pulau Weh, kata orang sih Sabang kepanjangan dari Santai Banget. Hehehe… tapi emang bener si, bawaannya di Sabang memang pengennya santai banget karena waktu seakan berhenti. Pulaunya cantik, pantainya cantik, banyak makanan enak, orangnya pun baik-baik, ah betah banget, kalau ada kesempatan saya pasti akan mampir lagi ke Sabang.

Selama di Sabang, saya dipandu oleh driver bernama Pak Kana. Bapak ini merupakan salah satu pengusaha transportasi yang rekomended deh, tahu tempat makan yang enak dan banyak cerita mengenai Kota Sabang, jika teman-teman ingin menggunakan jasanya bisa langusung cek ke website-nya aja disini.

Saya mengunjungi beberapa tempat seru selama di Sabang dan ceritanya akan saya bagi ke dalam dua tulisan, jadi pantau terus blog saya ya.. hehehe…

Pantai Sumur Tiga

Setelah kami check in di hotel tempat kami menginap selama di Sabang, kami mengunjungi Pantai Sumur Tiga. Pantai ini disebut sumur tiga karena terdapat tiga buah sumur yang ada di pinggir pantai. Pantai yang terletak di timur pulau ini merupakan tempat yang paling pas untuk menikmati sunrise. Pantai ini memiliki pasir yang putih. Gradasi warnanya hijau kebiruan dan menjelang sore hari ombaknya sedikit sehingga kita dapat berenang di pantai.

Beberapa resort dan penginapan juga terletak persis di samping pantai ini, diantaranya Casa Nemo dan The Fredies, saya sendiri menginap di The Point Sabang, yang review-nya akan saya tulis di tulisan saya berikutnya.

Pantai Sumur Tiga

Bunker Jepang dan Pantai Anoi Itam

Bunker peninggalan Jepang ini terletak di puncak bukit dekat dengan Pantai Anoi itam, untuk mencapainya kita harus menaiki beberapa tangga ke puncak bukit. Perjalanan ke atas memang tidak sepanjang tangga menuju kawah Gunung Bromo atau Candi Borobudur, tapi bagi teman-teman yang jarang olahraga, naik ke atasnya cukup bikin ngos-ngosan.

Letak Kota Sabang yang sangat strategis membuatnya menjadi kota pelabuhan yang sangat penting di masa lalu sehingga pada saat kependudukan jepang, dibuatlah bunker ini sebagai salah satu pertahanan militernya.

Saat kami kesana, lorong-lorong sudah ditutup, namun masih terdapat sebuah meriam yang ditinggalkan begitu saja di dekat bunker. Terlepas dari bangunan tua tersebut, suasana di sekitar bunker sangat menakjubkan. Karena terletak di atas bukit, suasana lautan lepas, hamparan rumput hijau yang mengingatkan saya kepada Bukit Teletubies dan juga hamparan pasir hitam di bibir Pantai Anoi Itam merupakan kolaborasi yang sangat keren. Oh iya, di atas bukit ini juga terdapat warung kopi kecil sehingga kita bisa memesan kopi aceh yang terkenal sambil menikmati indahnya lautan lepas di hadapan kita.

Buner Jepang 1 Bunker Jepang 2

Pemandian Air Panas Keuneukai

Selepas berkunjung ke Bunker Jepang, Pak Kana membawa kami ke Pemandian Air Panas Keuneukai. Sumber air dari pemandian air panas ini adalah Gunung Api Jaboi. Bentuk kolam yang ada di sini mirip kolam renang biasa namun airnya dialirkan dari Gunung Api Jaboi. Jika ingin berkunjung ke sini, disarankan pagi atau sore hari karena kalau siang hari suasana sangat panas. Perlu diingat juga bahwa jadwal pembersihan kolam adalah setiap hari jumat.

Kami sih tidak nyemplung ke dalamnya karena memang ketika kami sampai disana, matahari lagi cantik-cantiknya pas di atas kepala, jadi ya keinginan untuk berendam air panas kami tunda saja.

Pantai Pasir Putih

Seolah sudah tergambarkan oleh namanya, Pantai Pasir Putih memiliki pasir putih yang sangat halus. Kami menghabiskan waktu cukup lama di Pantai ini pada hari pertama. Ketika kami tiba disana hingga pergi kembali menuju hotel tidak ada orang yang bermain atau sekedar nongkrong-nongkrong di pantai. Kami seolah memiliki pantai pribadi hari itu.

Di dekat pantai terdapat beberapa warung kecil untuk memesan makanan dan minuman. Saya bermain air di pantai sedangkan teman-teman saya memilih duduk di pinggir pantai sambil menikmati minuman dan juga bermain ayunan. Hehehe…

Kita bisa berenang di pantai ini karena ombak cenderung tenang, tetapi menurut saya tetap harus berhati-hati jika tidak pandai berenang, karena pantai ini sepi dan tidak ada penjaga pantainya.

Pantai Pasir Putih

Ada beberapa tempat lagi yang kami kunjungi selama di Sabang, tetapi karena kepanjangan saya akan lanjutkan di postingan saya selanjutnya ya…

-Rie-

 

Related posts

2 Thoughts to “Mari Menjelajah Sabang (Part 1)”

  1. Hastira

    suatu saat ingin kemari, doain ya

Leave a Comment