Makan Apa di Aceh?

Kencana Cafe, cafe di sabang, rekomendasi makanan di sabang, makanan di sabang, makanan di aceh

Salah satu keseruan ketika traveling itu adalah mencoba makanan khas daerah yang kita kunjungi. Makanya setiap mengunjungi daerah baru saya selalu menyempatkan diri untuk icip-icip kuliner setempat, apalagi kalo kesempatan juga untuk nyobain street food-nya, wah sedap banget deh.

Pada kunjungan saya ke Aceh beberapa waktu yang lalu, saya pastinya menyempatkan diri untuk mencoba kuliner khas setempat. Berikut ceritanya,

Mie Aceh,

Dari hampir semua teman saya yang pernah ke Aceh, mereka menyebut nama Mie Aceh Razali, namun sayangnya saya tidak sempat berkunjung ke lokasi makanan khas tersebut. Setelah sehari saya menyebrang ke Pulau Weh, sayapun meminta rekomendasi kepada supir yang mengantarkan kami untuk mencari tempat makan mie aceh terenak di Sabang dan akhirnya beliau mengantarkan kami ke Rumah Makan “Aci Rasa”.

Rumah makan ini berkonsep food court yang menyediakan berbagai makanan aceh dan juga camilannya. Kata Pak Kana (Driver yang mengatar saya), rumah makan ini merupakan milik sepasang suami istri yang berprofesi sebagai dokter namun memiliki kecintaan terhadap dunia kuliner, tak jauh dari rumah makan ini mereka pun membangun sebuah tempat makan nasi uduk dan kedua tempat tersebut tidak pernah sepi pengunjung.

Dinilai dari segi rasa, mie aceh yang kami makan malam itu enak bangeeeud, lebih enak dari mie aceh yang saya coba di Jakarta, Jogja ataupun di Batam. Mie-nya kenyal, rasa kuahnya pas, wah saya jadi pengen mie Aceh lagi rasanya. Next time balik lagi ke Aceh saya bakalan mampir ke Mie Aceh Razali deh yang katanya paling endues seantero Aceh.

Mie Aceh Sabang

Sate Gurita

Naini… istilah sate gurita baru saja saya temui di Sabang. Setelah sesi pertama saya dan rekan-rekan saya snorkeling di Pulau Rubiah, sambil beristirahat sejenak, kami memesan sate gurita di warung setempat. Sebelum makanan datang, saya membayangkan sate gurita akan berbentuk panjang-panjang, penuh tentakel dan teksturnya menyerupai sotong. Saya jadi kepikiran salah satu adegan di The Amazing Race dimana peserta harus memakan gurita hidup di Korea. Doh..

Namun perkiraan saya salah. Sate gurita yang disajikan di hadapan kami mirip seperti sate ayam ataupun sate kambing. Dihidangkan dengan saus kacang dan mentimun, rasanya empuk dan enak. Pemandu Snorkeling kami mengatakan bahwa rahasia agar sate gurita tersebut empuk adalah sebelum dimasak, gurita terlebih dahulu dipukul dengan kayu jenis tertentu lalu dibumbui setelah itu baru dibakar dan diberi saus.

It is recommended deh, kalau kamu main ke Sabang khususnya ke Pantai Iboih atau Pulau Rubiah, jangan lupa makan sate guritanya.

Sate Gurita

Kencana Cafe

Kata Pak Kana, sewaktu Pak Jokowi berkunjung ke Sabang, Beliau mampir dan makan di warung ini. Saya dan teman saya berpikir jika Beliau makan di sini, tentunya sudah melalui berbagai screening terlebih dahulu kan? Jadilah dengan pertimbangan tersebut kami makan di Kencana Cafe.

Terletak tidak jauh dari Masjid Raya Sabang, Kencana Cafe menyajikan nasi campur prasmanan. Tamu dapat memilih berbagai macam makanan yang memang benar-benar dapat membuat kita ingin sekali langsung mencobanya.

Warung ini tidak pernah sepi pengunjung, beberapa kali melewati warung ini, pengunjung selalu memadati setiap mejanya. Akhirnya sore terakhir kami di Sabang, kami berhasil makan di tempat ini.

Ayam Goreng Pramugari

Namanya lucu ya? hehehe… tapi sebenarnya ini bukan nama tempat makannya, tapi nama salah satu menunya. sebelum kami balik ke kota masing-masing, Pak Rustam (driver kami di Banda Aceh) merekomendasikan tempat ini untuk makan siang. Terletak di dekat Bandara Sultan Iskandar Muda, rumah makan ini menyajikan semur daging, ayam dan ayam bakar pramugari-nya yang terkenal. Konon katanya disebut demikian karena rumah makan ini merupakan tempat makan langganan dari para mbak-mbak pramugari. Makanan favorite-nya adalah ayam goreng. sekilas memang mirip ayam tangkap, bedanya potongannya lebih besar-besar. secara saya emang belom pernah makan ayam tangkap, mengenai beda rasanya saya kurang tau deh, nanti kalo udah nyobain, pasti bakal saya kasih tau, okesip!

Ayam Goreng Pramugari

Rasanya gimana? Enak! Serius. Ayam gorengnya besar, disajikan dengan beberapa jenis daun yang juga digoreng yang ternyata saya baru tahu kalau daun-daun tersebut digoreng rasanya bisa enak.

Jadi lupakan cerita tentang makanan basi yang saya dapat di awal perjalanan saya di Aceh yang saya ceritakan di postingan saya sebelumnya. Masih banyak kuliner di Aceh yang belum saya coba seperti ayam tangkap, ikan kayu dan tentu saja Mie Aceh Razali. Next time berkunjung ke Aceh tentunya saya akan mampir kesana.

ayo jalan-jalan dan makan-makan ^^

-Rie-

Related posts

2 Thoughts to “Makan Apa di Aceh?”

  1. Jujur, aku penasaran sama ayam pramugari. Dulu pas ke Aceh sempat makan ayam tangkap. Tapi ya tetap penasaran saja sih sama ayam pramugari. Kalau yang aku dengar malah katanya disebut demikian karena potongan paha ayamnya itu mirip (maaf) paha pramugari? 😀

    1. Rie

      hahaha… emang potongannya gede-gede si, pas pertama denger namanya juga temenku yang cowok langsung ngeres.. wkwkwk.. tapi kata yang kemaren nganterin diriku, dibilang ayam pramugari karena pramugari singa terbang sering makan disana..

Leave a Comment