Kawaguchiko, ketenangan di kaki Gunung Fuji

Gunung Fuji, Danau Kawaguchi, Musim gugur di gunung fuji, musim gugur di jepang

Pertama kali memutuskan untuk mengunjungi Kawaguchiko  di Kaki Gunung Fuji sebenernya sedikit ragu-ragu. Dari beberapa informasi yang saya baca, tidak sedikit yang mengatakan bahwa perjalanannya ke kota kecil tersebut sedikit mengecewakan karena tidak dapat memandang gagahnya sang gunung akibat cuaca berkabut, apalagi saya hanya punya waktu satu hari saja alias one day trip sebelum melanjutkan perjalanan saya ke kota lainnya di Jepang yang berarti kesempatan saya bertemu si Gagah Fuji ya hanya satu hari itu saja. Namun hari itu saya tetap berangkat juga menuju Kawaguchiko.

Perjalanan saya dimulai dari Stasiun Bis Shinjuku yang terletak persis di depan Stasiun Jr Shinjuku. Saya sudah memesan online tiket bis pulang pergi melalui website, dan pembayarannya dilakukan di counter yang ada di dalam terminal. Jika kita masuk dari pintu masuk utama, counter pembayaran dan tempat keberangkatan bis ada di lantai 3 Terminal Bis Shinjuku. Saya membayar JPY 3500 untuk tiket pulang pergi dan tidak lupa menitipkan tas ransel saya pada loker yang banyak tersedia di dalam terminal bis. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya bis datang sesuai jadwal, dan berangkatlah saya menuju Kawaguchiko.

Perjalanan menuju Kawaguchiko ditempuh kurang lebih dua jam perjalanan. Cuaca cerah hari itu sehingga Gunung Fuji sudah terlihat bahkan pada saat setengah perjalanan menuju Kawaguchiko. Bus express yang saya naiki ini hanya berhenti di beberapa halte pemberhentian saja dan pemberhentian terakhir adalah Stasiun Kawaguchiko, tidak perlu khawatir akan salah turun karena di setiap pemberhentian akan diumumkan oleh sang pengemudi dan terdapat sebuah layar kecil yang menampilkan nama pemberhentiannya.

Danau Kawaguchiko merupakan danau yang terbesar dari 5 danau yang mengelilingi Gunung Fuji. Kota kecil yang mengelilingi danau ini dapat diakses dari Tokyo dengan menggunakan kereta maupun bus yang kesemuanya berpusat di Stasiun Kawaguchiko. Di dalam Stasiun Kawaguchiko terdapat restaurant yang juga menjual berbagai  oleh-oleh khas Kawaguchiko, ruangan loke  jika ingin menitipkan tas, tempat keberangkatan bus, kereta dan juga taksi, serta terdapat juga Tourism Information Centre. Stasiun Kawaguchiko juga merupakan tempat bermulai dan berakhirnya shuttle bus atau sightseeing bus Kawaguchiko, dengan adanya bus tersebut daerah sekitaran danau dapat dengan mudah kita akses.

Sightseeing Bus Kawaguchiko terdiri dari 3 rute, yaitu rute merah, rute hijau dan rute biru. Untuk menggunakan bis tersebut kita dapat membayar langsung di atas bis di tempat halte kita turun atau membeli sightseeing bus pass sehingga bebas naik turun bus sebanyak mungkin yang kita inginkan dalam jangka waktu dua hari. Saya sendiri hari itu membeli 2 days sightseeing bus pass untuk jalur merah dan hijau seharga JPY 1200 yang menurut saya jauh lebih murah dibandingkan jika membayar tiket satuan pada di dalam bis. Oiya, alasan saya membeli 2 day pass adalah bus pass yang dijual disini hanya tersedia 2 day pass, jadi walaupun saya hanya sehari saja berkeliling menghabiskan waktu disini saya tetap membeli 2 day buss pass tersebut.

Bis akan berhenti di setiap halte pemberhentian yang ditandai dengan angka-angka pada setiap haltenya. Kita juga dapat mengidentifikasi nama dan nomor halte dari peta yang juga diberikan ketika kita membeli bus pass.

Pada kesempatan itu saya menjelajah jalur merah yang di dalamnya terdapat beberapa pemberhantian seperti Kachi-Kachi Ropeway, Yamanashi Gem Museum, Music Forest Museum, dan Kawaguchiko Natural Living Centre. Menurut saya pribadi, pemandangan Gunung Fuji paling terlihat cantik dari seberang danau Kawaguchiko tepat di depan Kawaguchiko Natural Living Centre. Dari tempat itu kita dapat menikmati pemandangan Gunung Fuji sambil menikmati makanan ataupun minuman yang dijual oleh tempat makan yang ada di dalamnya dan jangan lupa menikmati es krim green tea atau es krim lavender yang dijual disini karena rasanya sangat enak.

Kebetulan saya berkunjung di akhir musim gugur sehingga daun-daun di sekitar danau masih berwarna merah dan suasana berjalan di pinggir danau terasa sangat syahdu dan romantis (ehem…).  Bagi yang ingin menikmati indahnya daun maple berwarna merah di tepi danau sambil berkontemplasi atau berjalan-jalan dengan pasangan, berkunjung ke Kawaguchiko di akhir musim gugur sangatlah pas karena cuacanya tidak terlalu panas juga tidak terlalu dingin dan daun-daun berwarna merah terlihat sangat cantik. Danau berkilauan diterpa cahaya matahari dan Sang Fuji memandang dengan gagahnya dari seberang danau tanpa dihalangi oleh awan maupun kabut.

Menjelajah daerah sekitaran Kawaguchiko memang membutuhkan lebih dari satu hari karena daerahnya luas dan juga banyak attraksi yang sangat menarik. Karena hari sudah semakin sore, saya pun kembali ke Stasiun Kawaguchiko untuk menunggu Bis menuju Tokyo. Sebelum menaiki bus yang dijadwalkan berangkat pukul 7 malam, saya membeli makanan dan minuman untuk bekal selama di perjalanan. Hari sudah malam dan orang-orang di Stasiun Kawaguchiko pun sudah mulai berkurang, dengan berat hati saya melanjutkan perjalanan kembali ke Tokyo, Walaupun belum puas, namun apa daya waktu jua yang terbatas. Saya sendiri yakin kali itu bukanlah yang terakhir kalinya saya mengunjungi Kawaguchiko.

Related posts

Leave a Comment