Kafe dan Resto tempat ngunyah, ngobrol, ngopi dan ngaca..

Sky bar di bangkok, kafe hits di bangkok, tempat nongkrong di bangkok, skybar di bangkok

Nyaris sebulan saya tidak menyapa pemirsa lewat tulisan di blog, jadi semacam ngerasa bersalah juga si, soalnya dulu sempet menargetkan untuk publish minimal dua tulisan per bulan, tapi malah bulan ini belum menghasilkan sebutir artikel apapun. Tapi setelah absent nyaris sebulan, saya kembali lagi ni, di dunia per-blog-an, yang udah kangen, ayo merapat *sokngartis :p

Makan, nongkrong, ngopi di kafe atau restoran yang ada di mall atau daerah-daerah tertentu sepertinya sudah menjadi sebuah gaya hidup terutama di kalangan anak muda sekarang. Kadang, saya sendiri juga melakukannya, terutama kalau mau mencari inspirasi atau sekedar diskusi dengan rekan-rekan tentang sebuah topik. Tak jarang, kafe atau restoran juga dipakai untuk menunggu seseorang ketika janjian. Bisa aja kan pas janjian tinggal nyebutin nama kafe atau restoran, dan nanti ujung-ujungnya ketemu di dalamnya. Saya juga sering melakukan hal demikian. Janjian di kafe juga bisa meminimalisasi bosan jika orang yang janjian sama kita datang tidak sesuai dengan jadwal yang di janjikan, paling engga, sambil menunggu, kita bisa makan, browsing atau membaca buku.

Hal yang dilakukan orang-orang di dalam kafe atau restoran pun bermacam-macam, ada yang makan dan hanya fokus sama makanannya, ada juga segerombolan orang yang datang untuk sekedar ngobrol atau bahkan merayakan sesuatu, ada juga orang yang di dalam kafe sambil membawa laptop/netbook/tablet dan fokus dengan layar yang ada di dalamnya atau bahkan ada juga dua sejoli yang lagi pacaran sambil makan di dalam kafe atau restoran.

Beberapa waktu yang lalu, saya menemukan hal baru yang konon katanya popular dilakukan di kalangan abg.

Ceritanya saya hari itu janjian ketemu dengan salah satu sepupu saya, Eka, di salah satu mall yang ada di bilangan Bekasi. Kami memang ingin bertemu untuk sekedar berdiskusi, dan karena janjian di mall, tempat yang paling asik untuk ngobrol adalah tempat makan. Akhirnya kami berdua memilih salah satu restoran jepang favorit kami.

Hari itu hari minggu, dan mall itu cukup ramai, tempat makan yang kami kunjungi pun ramai, untungnya setelah sampai di lokasi, tidak ada waiting list sehingga kami bisa langsung dapat duduk di bangku restoran itu. Tapi karena memang sedang ramai, kami kebagian bangku di tengah, bukan di pinggir ataupun di pojok dan bersebelahan dengan dua orang orang abg perempuan. Beberapa saat berlalu, bangku di pojokan pun kosong dan dua abg tersebut meminta waitress untuk mengganti tempat duduk mereka ke pojokan, kebetulan, karena tempat mereka yang sebelumnya merupakan bangku yang di pinggir, saya dan Eka langsung saja menempati bangku yang di pinggir tersebut. Menurut saya pribadi si, bangku di pinggir maupun pojok merupakan posisi paling asik untuk memperhatikan orang-orang di sekitar.

Berselang beberapa waktu, sambil ngobrol dengan Eka, saya mulai memperhatikan sekitar kami, seperti yang saya bilang di atas, ada sekumpulan anak muda yang ngbrol dengan teman-temannya, ada yang cuma makan, namun perhatian saya kali ini teralihkan dengan tingkah laku dua abg yang sebelumnya ada di samping kami.

Sebelumnya, Saya gambarkan sedikit deh dekorasi ruangan tempat makan itu, letak bangku standar seperti di tempat makan biasa, dindingnya pun di dominasi warna merah yang menurut penelitian dapat membangkitkan selera makan, namun wana merah itu diselingi oleh kaca besar sehingga menimbulkan efek luas pada restoran tersebut.

Dua abg yang duduk di pojokan tersebut kebetulan bersebelahan dengan kaca besar yang memantulkan bayangan diri mereka. Beberapa menit pertama, mereka mengeluarkan handphone yang mereka miliki dan setelahnya berfoto-foto dari pantulan cermin yang ada di sebelahnya, beberapa menit selanjutnya, sambil makan, berkali-kali mereka menoleh ke cermin untuk sesekali membetulkan letak aksesori pakaian atau untuk berfoto-foto kembali. Saya jadi inget salah satu twit dari rekan saya yang kira-kira isinya seperti ini, “abg jaman sekarang, kalo foto ada tambahan satu gaya, foto di kaca, buat mamerin gadget terbarunya”

Saya cuma nyengir-nyegir saja melihat pola perilaku dua anak abg tersebut, sambil mengingat-ingat, kayanya dulu pas saya seumuran mereka, tingkahnya ga kaya gitu. Haha.. tapi kan beda generasi ya, *berasatua*

Makanya balik lagi dari kalimat yang saya ucapkan di atas, makan atau sekedar nongkrong di kafe sekarang sudah jadi gaya hidup sebagian masyarakat. Namun kebiasan-kebiasaan yang dilakukan ketika ada di dalam restoran atau tempat makan itu balik lagi ke individunya atau bahkan jenis generasi yang melakukannya. Hehehe…

Nah, gimana dengan kamu? Kalo di resto atau kafe, sambil makan atau ngopi, apa lagi yang sering kamu lakukan?

 

-Rie-

Related posts

Leave a Comment