Jalebi: Si Manis sejuta cerita

jalebi, snack india, jalebi india, makanan khas india, makanan manis india

Malam sudah beranjak larut, namun saya beserta teman saya masih berkendara di tengah padatnya lalu lintas Kota Amritsar. Deretan pertokoan yang mulai tutup serta mulainya kehidupan malam kota ini menjadi pemandangan di kanan-kiri kami. Lalu lintas yang tetap padat masih mengelilingi mobil kami. Akhirnya mobil berhenti di salah satu sudut persimpangan dan rekan saya keluar menuju salah satu sudut jalan dan beberapa menit kemudian kembali dengan dua buah kantong plastik.

“Jalebi” katanya, saya megambil salah satu isi dari dalam plastik dan teringat salah satu adegan dalam film “Lion” ketika Sharoo merengek kepada sang kakak untuk dibelikan Jalebi.

Makanan ini baik dimakan pada musim dingin, jelasnya, ini juga baik untuk melegakan hidung dan tenggorokan, tambahnya lagi, saya hanya mengangguk dan bertanya-tanya bagaimana bisa makanan yang digoreng lalu dilumuri oleh gula cair dan manisnya luar biasa dapat menjadi makanan yang baik untuk tenggorokan. Saya pun penasaran dan mencari jawabannya melalui media online.

Jalebi dikatakan menjadi makanan yang dibawa oleh Bangsa Persia ke India di masa lampau, makanan yang saat ini di Persia dikenal dengan nama Zoolabiya merupakan panganan yang disiapkan pada hari perayaan khusus ketika Ramadhan dan dibagikan kepada kaum miskin di kala itu. Ada banyak jenis Jalebi yang tersebar di berbagai negara di bagian Asia Barat hingga menuju Yunani. Makanan ini juga merupakan makanan khas di musim dingin yang disajjikan bersama dengan ikan di Afganistan. Jalebi masuk ke India memalui jalur perdagangan yang saat ini menjadi makanan khas Punjab.

Rasa dari Jalebi manis dan ringan, bentuknya panjang dan dibuat memutar sehingga nampak seperti spiral keemasan. Jalebi dibuat dari bahan dasar tepung dan dilumuri oleh gula sirup dan terasa sangat nikmat ketika masih disajikan hangat dan gulanya masih meleleh di sekitarnya. Hmmm…

Namun jangan membayangkan makanan ini langsung melegakan tenggorokan ya, karena walaupun katanya baik untuk tenggorokan, rasanya akan menempel di tenggorokan selama beberapa waktu. Teman saya mengatakan, setelah makan Jalebi baiknya kita meminum minuman hangat bukannya air dingin.

Jalebi merupakan makanan “khas” India pertama yang saya coba di hari pertama saya berada di India. Menurut penilaian pribadi saya, makanan ini sangat direkomendasikan untuk dicoba, terlepas dari baik atau tidaknya untuk hidung dan tenggorokan, kamu dapat mencobanya jika suatu saat berkunjung ke India.

-Rie-

Related posts

One Thought to “Jalebi: Si Manis sejuta cerita”

  1. Hmmm

    Dari gambarnya aja keliatan kalo jalebi gabisa melegakan tenggorokan sih wkwkwk

Leave a Comment