How to Build your Curriculum Vitae…

cara membuat cv yang baik, cara membuat resume yang baik, membuat curriculum vitae, tips membuat curriculum vitae

Beberapa saat yang lalu terdapat sebuah “pemantik” dari mentee saya terkait cara pembuatan CV, maklum sang mentee baru saja lulus dari universitas dan akan segera melanjutkan chapter kehidupannya di dunia kerja. Sebenarnya saya sendiri memang sudah punya rencana untuk mengunjungi beberapa rekan saya di Jogja untuk sharing mengenai awal dunia kerja, karena beberapa di antaranya juga akan meninggalkan bangku kuliahan di tahun ini, hitung-hitung sebagai bekal bagi mereka untuk menghadapi kerasnya dunia *tsah (lebay….) hahaha…

Jadi berawal dari “pemantik” itulah, sore ini saya meng-compose sebuah tulisan mengenai Curriculum Vitae atau lebih dikenal sebagai CV. Berbekal pengalaman saya yang belum seberapa, saya ingin sharing mengenai CV dan pembuatan CV yang menurut saya baik. Jika ada rekan-rekan sekalian mempunyai pengalaman yang lebih atau berbeda dengan saya, boleh juga di share-kan di feedback di bawah postingan ini, atau jika ada yang ingin bertanya mengenai tulisan saya, juga saya persilakan ditanyakan di feedback column yang ada di bawah ^^

Kita mulai ya sharingnya….

CV itu singkatan dari curriculum vitae, beberapa orang menyebutnya sebagai resume.Menurut saya, CV itu sebuah kunci awal lamaran kerja seseorang diterima atau tidak. Karena CV yang akan berperan untuk mewakili kita menghadap terlebih dulu dengan pihak perusahaan, dalam hal ini HRD atau manajemen. CV berperan sangat penting untuk seorang headhunter  menemukan kandidat yang pas dan dapat direpresentasikan kepada pihak perusahaan yang meng-hire jasa mereka.

Menurut saya, pembuatan CV itu dapat diwakili dalam 3 kata, yaitu “Comprehensif, Menarik dan Profesional”  penjelasannya adalah sebagai berikut:

CV yang kita buat harus comprehensif, menjabarkan diri kita secara keseluruhan karena seperti yang saya katakan di awal tadi, CV itu merupakan wakil kita. Comprehensif dalam CV bukan berarti detail-sedetail-detailnya. Tulis pengalaman/hobi/training hanya yang berhubungan dan relevan sama posisi yang kita lamar.

Secara garis besar, hal ini yang perlu dicantumin: Personal information, summary tentang pengalaman (termasuk job description dan tahun pengalaman), organization experience,  Penguasaan technology, edukasi (termasuk award dan scholarship), personal strenght, achievement, Project experience, soft skill, training dan referensi.

Khusus untuk referensi, cantumkan referensi dari orang yang benar-benar mengenal kita dan mengerti mengenai kepribadian dan kapasitas kita, dalam hal ini jangan gunakan keluarga untuk referensi kita di dalam CV karena tidak akan dianggap. Tulis rekan kerja, sahabat, mentor, mantan atasan atau mantan rekan satu organisasi kita.

Selanjutnya untuk bagian personal information, Pastikan nomor handphone dan alamat email yang kamu cantumkan di dalam CV kamu dapat dihubungi. Cek email kamu secara berkala, karena terdapat juga beberapa perusahaan yang melakukan undangan untuk interview melalui email.

Bikin CV juga jangan bertele-tele, straight to the point, karena detail mengenai diri kita dapat dijelaskan ketika interview.

Tampilan CV harus menarik, bisa bayangin ga kerjaan HR atau headhunter itu dalam sehari melototin berapa banyak CV? Banyak, dan dari beberapa kali diskusi dengan rekan-rekan sesama HR dan juga headhunter, kebanyakan CV yang menarik yang akan dilihat lebih dulu, Jadi CV yang menarik yang punya kesempatan lebih dulu, selanjutnya baru CV yang biasa aja apalagi yang ga menarik. Menarik atau tidak sebuah CV itu relatif, Ada baiknya ketika bikin CV, tanya juga pendapat temen, apakah CV itu menarik atau tidak kelihatannya. Kamu dapat memaikannya di jenis, warna font maupun template CV yang kamu miliki.

CV harus terlihat profesional, maksudnya, CV itu dibuat buat cari kerja bukan buat gaul, gunakan foto yang menunjukkan kamu memang “layak” dan profesional. Gunakan juga email yang ga alay, kalau perlu bikin email khusus dengan nama yang “normal” untuk kepentingan profesional. Penggunaan bahasa di dalam CV juga gunakan bahasa yang formal yang sesuai dengan EYD ataupun tata bahasa yang baik.

Buatlah CV dalam dua versi bahasa, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. sebaiknya sich kalau daftar di perusahaan multinasional, gunakan CV dengan format bahasa inggris. Kenapa? Karena ada beberapa orang beranggapan, kalau kandidat memberikan CV dengan penggunaan bahasa  indonesia, berarti penguasaan bahasa inggrisnya “so-so”, sedikit under estimate si, tapi begitu yang terjadi di lapangan.

Penggunaan attachment sertifikat/ijasah sebagai lampiran dalam CV boleh digunakan seperlunya, atau jika sedikit keberatan, bisa juga lampiran tidak perlu di attach dalam CV tetapi dibawa di ketika interview. Ketika saatnya interview, bawa juga alat tulis dan satu buah CV kamu sebagai cadangan, ini menandakan kalau kamu siap dan niat dalam menghadapi interview tersebut.

Dari beberapa diskusi, saya juga mendapatkan pengalaman bahwa terdapat perusahaan yang “mendahulukan” kandidat yang mengirimkan surat lamaran bersama dengan CV-nya, atau menuliskan kata pengantar pada E-mail yang mencantumkan CV dalam attachmentnya, mereka beranggapan bahwa dari hal ini dapat dilihat apakah kandidat tersebut merupakan orang yang kreatif dan niat atau tidak.

Kita dapat juga membuat beberapa jenis CV sebagai variasi ketika mengirimkan CV tersebut ke beberapa perusahaan yang berbeda.

Misalkan kamu meng-upload CV kamu ke job board online, berikan kata kunci yang relevan untuk CV kamu, ini berguna banget supaya CV kamu dapat terjaring dalam sistem pencarian ketika perusahaan atau headhunter mencari CV berdasarkan kata kunci di sistem pencarian dalam job board tersebut.

Pastikan bahwa apa yang kamu tulis dan cantumkan di dalam CV kamu merupakan hal yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan, teliti kembali CV kamu agar tulisan mengenai data-data di dalamnya tidak keliru, dan yang terakhir, up date terus CV kamu setiap beberapa bulan sekali sesuai dengan kapasitas dan training yang telah kamu dapat agar CV yang kamu miliki merupakan CV yang paling baru.

Nah demikian beberapa hal mengenai CV berdasarkan pengalaman saya, postingan di atas sebelumnya sudah pernah saya twit melalui account twitter saya, namun supaya lebih enak dibaca, jadilah saya tulis ulang dan saya posting disini.

Semoga tulisan di atas bermanfaat, jika ada rekan-rekan yang mau bertanya, menambahkan atau meralat, saya persilakan.

Have a good day

-Rie-

Related posts

One Thought to “How to Build your Curriculum Vitae…”

  1. Larry

    Looking forward to your posts.

    Cheers.

Leave a Comment