Fairy Chimney dan Siberian Husky

Ada saja pengalaman unik ketika traveling. Saya pernah harus pipis di dalam wc kereta ekonomi bareng ayam, pernah juga marah-marahin calo terminal karena angkut-angkut tas temen saya sembarangan. Saya juga pernah numpang truk dari Lombok ke Bali. Semuanya pas dijalanin rasanya gimanaaa gitu, tapi abis itu kalo diinget-inget jadi senyum-senyum sendiri. Pada perjalanan ke Turki kemarin, saya mengalami pengalaman antara celaka dan tidak celaka, begini ceritanya.

Semua jadwal penerbangan balon udara di cancel karena cuaca yang tidak begitu bagus. Hari pertama dan kedua saya di Cappadocia dihabiskan untuk menulis dan bertemu dengan beberapa orang lokal. Saya pun sudah memesan green tour untuk perjalanan saya di hari ke-empat di Kota Goreme ini. Setelah sedikit riset dan mempertimbangkan beberapa hal, akhirnya saya memutuskan akan berangkat ke Goreme Open Air Museum di hari ketiga.

Letak Goreme Open Air Museum menurut peta yang saya miliki tidak begitu jauh, hanya sekitar 1 jam berjalan kaki santai dari hotel saya menginap. Akhirnya setelah sarapan dan bersiap-siap, menjelang siang di hari ketiga itu saya berangkat dari hotel menuju Goreme Open Air Museum.

Jalanan menuju Goreme Open Air Museum

Kota Goreme merupakan kota kecil di tengah-tengah daerah Central Anatolia, sebagian besar turis yang ingin menjelajah region ini akan menginap di Goreme. Di musim dingin, kota ini sangat sepi, hanya terlihat beberapa turis saja yang berkeliaran di sekitar kota sebagian besar diantaranya merupakan turis dari Asia Timur. Saya terus berjalan ke arah Open air museum berdasarkan arah yang tercantum pada Google maps. Pemandangan kanan-kiri berganti dari toko-toko cantik ke hamparan rumput luas dan berbagai fairy chimney berbentuk unik. Fairy Chimney adalah gugusan batuan yang menyerupai piramida atau tenda. terbentuk dari beberapa proses di masa lampau termasuk endapan abu gunung berapi, gempa bumi dan juga erosi yang melibatkan batuan sedimen dan juga fomasi batuan volcanic sehingga terbentuklah bentuk-bentuk unik dari batuan yang ada di Cappadocia ini.

Cuaca yang cukup dingin ditambah lagu-lagu di dalam playlist saya menjadikan perjalanan tersebut terasa menyenangkan, saya pun sempat berhenti beberapa kali untuk mengambil foto-foto di sekitar perjalanan. Sampai suatu ketika saya melihat sebuah jalan setapak menuju deretan fairy chimney berbentuk sangat unik, saya yang penasaran akhirnya memutuskan untuk menjelajah ke jalan setapak tersebut. Tidak ada turis lain ataupun penduduk lokal yang berjalan menuju arah tersebut, saya masih berpikiran positif bahwa turis lain pasti mengikuti tour dan mengendarai mobil hingga ke tempat tujuan akhirnya saya terus berjalan menyusuri jalan setapak itu. Hamparan padang rumput itu terletak persis di belakang sebuah hotel mewah namun tetap tidak ada orang ketika saya melintasi jalan tersebut.

Fairy Chimney dari Kejauhan

Deretan chimney seolah memanggil saya untuk mendekat, saya juga sudah menyiapkan kamera karena yakin akan mendapatkan gambar yang sangat menarik dari tempat yang saya tuju hingga akhirnya jalan setapak tersebut menyempit diantara dua buah bukit yang menanjak, saya tetap maju terus karena sudah berjalan cukup jauh dari jalan utama hingga tiba-tiba terdengar suara gonggongan anjing yang cukup keras.

Saya berhenti sesaat dan mulai merasa ragu untuk melanjutkan perjalanan tersebut, namun sudah terlambat seekor Siberian Husky  dewasa setinggi pinggang saya berlari sambil menggonggong menuju saya. “shoot, I’m so doomeed” batin saya. Pikiran saya terpecah harus berlari atau tetap berdiri, harus berteriak atau diam saja. Sebagai catatan, saya takut sama anjing. Jangankan sebesar Siberian Husky ini, yang kecil aja sering bikin saya ngeper. Duh, Mana tidak ada orang pula di sini, jika ada apa-apa dijamin selesai sudah saya hari itu.

Karena sudah tidak dapat memikirkan apa-apa lagi, saya tetap berdiri di tempat, saya juga bukan pelari yang handal, bisa-bisa kalau berlari saya diterjang habis sama si Husky ini. Setelah anjing itu sudah tinggal beberapa langkah ada di depan saya, saya mengangkat tangan ke arah anjing tersebut, lalu berteriak,

“Sssshhh…. relaaaax…. ok… relax….” kata saya kepada si anjing, saya tidak tahu si anjing tersebut mengerti atau tidak tetapi dia berhenti berlari namun tetap menggonggong. Suara saya terdengar tegas dan mantap walaupun rasanya jantung saya sudah mau naik ke tenggorokan.

Beberapa detik kemudian si anjing berjalan maju kembali ke arah saya dan tetap menggonggong,

“Ssshhhttt… relax… good boy…” tangan saya tetap mengarah ke si anjing namun kaki saya mundur perlahan, si anjing pun mulai diam namun tetap melihat saya waspada.

Saya mundur beberapa langkah, si anjing maju perlahan beberapa langkah begitu terus selama beberapa meter hingga pada satu titik dimana anjing tersebut berhenti dan terdiam serta melihat saya berjalan menjauh, saya yang sudah yakin si Husky tidak bakal mengejar lagi langsung balik badan dan jalan cepat ke arah jalan utama tanpa menengok lagi ke belakang. Sesampainya di jalan utama barulah saya memelankan langkah kaki saya. Fiuuuuuhhh… lega rasanya.

Memang sebelum sampai di Cappadocia beberapa teman saya mengatakan bahwa anjing dan kucing di Turki semuanya diperhatikan oleh pemerintah dan diberi vaksin secara berkala agar tidak berbahaya baik untuk penduduk lokal maupun turis, dan sebagian besar dari hewan-hewan tersebut bukanlah hewan yang buas, mereka cukup ramah terhadap manusia. Tetapi tetap saja pemirsa, jika ada seekor Siberian Husky dewasa menggonggong dan berlari dengan liarnya ke arah kamu, apakah kamu tetap berpikir bahwa anjing tersebut jinak?

Pelajaran berharga yang saya dapat pada hari itu adalah, jika memang tidak mengetahui medan sebuah tempat, maka harus benar-benar berhati-hati, jika tidak yakin lebih baik mengikuti jalan utama saja agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Rasanya tidak layak demi sebuah gambar maka membahayakan diri sendiri. Pelajaran kedua yang saya dapat, kalau ada anjing menggonggong, jangan berlari, hadapi dengan tegas maka hewan tersebut akan menurut. Ternyata setelah saya pulang ke Indonesia dan membaca beberapa referensi, untuk melindungi diri dari serangan anjing hal yang pertama harus dilakukan adalah “hadapi dan perintahkan anjing untuk mundur”, gunakan suara yang lantang, tegas dan penuh percaya diri serta jangan berhenti menghindari tatapan mata.  Jika memang anjing itu tetap menyerang, lakukan perlawanan. Namun jika setelah si anjing kehilangan minatnya untuk menyerang Anda, tinggalkan daerah tersebut perlahan-lahan dengan melangkah mundur tanpa gerakan mendadak. ternyata yang saya lakukan sudah benar ya. mihihi…

Hari itu, nambah lagi sebuah pengalaman “unik” saya ketika traveling. Semoga besok-besok pengalaman unik lainnya merupakan pengalaman yang aman-aman saja ya. hehehe… Jadi untuk teman-teman yang sedang dan atau akan traveling, tetap waspada dan jaga diri ketika traveling ya.

-Rie-

Related posts

32 Thoughts to “Fairy Chimney dan Siberian Husky”

  1. kerenn sekali perjalannya kak, mantepp juga cara ceritainnya

  2. Suami saya trauma banget dengan anjing karena pernah diserang. Terus setelah sering saya ajak nonton “dog whisperer” jadi lumayan berani lagi. Btw, Fairy Chimneynya indah sekali.. benar-benar sesuai namanya, ibarat tempat tinggalnya para peri

    1. Rie

      nah itu, abis balik ngetrip temenku cerita tentang acara itu, trus aku jadi baca-baca referensi tentang anjing gegara itu juga mbak.. mayan nambah ilmu 🙂

  3. Saya yang suka anjing aja kalau digonggong sama anjing ga dikenali pun mau nangis rasanya :((
    Tapi boleh juga sih cara mengatasinya, perlu dicoba karna selama ini saya lari biasanya wkwk

    1. Rie

      iya, boleh dicoba tipsnya. aku juga baca-baca referensi tentang anjing gegara pengalaman itu. semoga gak kejadian lagi si..

  4. Ya Allah mbak…kalo aku di posisi mbak..bisalah kencing dicelana dan menangis…. secara aku memang takut sama anjing… tahan nafas aku baca cerita mbak..aku yang deg degan….

    1. Rie

      heheh… aku juga takut sama anjing… gak berhenti doa aku pas kemaren udah denger suara anjing trus muncul si anjing gede itu. alhamdulillahnya gak kenapa-kenapa…

  5. Hahahaha … lucu dan seru pengalaman travelling ya, kak …
    Aku juga kadang senyum sendiri kalo teringat hal-hal lucu di liburanku.

    1. Rie

      iya.. kadang gak cuma hal lucu. hal yang nyebelin pas traveling bisa jadi hal lucu pas udah kelar traveling ya..

  6. Saya takut banget mbak sama anjing… Mungkin dalam kondisi panik kek gitu saya langsung lari terbirit-birit.

    1. Rie

      tadinya kepikiran buat lari, tapi takutnya malah nge-triggered si anjing itu. anjing kalo lari kan kenceng banget… saya mah apa atuh, 100 meter aja udah ngos-ngosan… heheh

  7. hihihi kebayang parnonya ya
    memang sih unsur keselamatan ttp nomor satu
    jangan cuma mikir gambar bagus aja
    kan ga lucu saat beriwisata dapat kecelakaan
    apalagi digigit anjing

    1. Rie

      iya.. sekarang- sekarang kan lagi banyak tuh mbak traveler yang cuma mikirin foto trus celaka. duh jangan sampe deh kaya gitu.. keselamatan tetap nomor satu

  8. Aku terpaku lihat foto jalan menuju Goreme itu. Langitnya kok bisa gradasi begitu ya kece banget. Btw jadi teringat saat sepedaan sama Rina di Lingga kemarin, kami digonggong anjing dan aku takutnya minta ampun mana jalan sepi pula.

    1. Rie

      iya mbak, kemaren passs banget pas lagi cerah pas pengen jalan sendiri itu. padahal lima hari aku disana, empat harinya selalu salju. itu lagi hoki banget sampe ya itu, ketemu anjing.. hahaha

  9. Wah, kalau saya udah pasti balik kanan sambil lari (walaupun dipastikan akan dikejar). Ngeliat anjing diem di pinggir jalan aja sudah dag-dig-dug, apalagi ini yang lari menghampiri…

    1. Rie

      tadinya emang pengen lari. tapi lebih jago anjingnya kayanya daripada aku kalo lari, jadi ya aku diem aja.. haha

  10. Wow..: Goreme ini indah banget ya.. teh Yeti temen aku baru aja pamerin foto2nya disini pas kami meet up di Gandaria city.

    Fairy chimney di turki mungkin karakteristiknya sama kaya fairy waterfal di Phan tiet Vietnam kali ya.. dr gambarmu aku liat sik.

    Oh ya, saya penyuka anjing. soalnya itu sahabat manusia paling jujur. Cara kamu utk menenangkan Siberian husky itu udh bener. Intinya ke anjing jgn panik, krn kalau kita panik, anjing akan nganggap kita ancaman/ bisa jadi anggap kita respon permainan mereka. Berhenti, relax, dan angkat tangan untuk menghentikan itu pas. jujur neh ya, siberian husky itu badan aja yg gede dan matanya tajam. aslinya gampang ditaklukkan. lbh gampang naklukinnya dr american bully. hehehe..

    Jd pengalaman serumu dong ini yak.. 🙂

    1. Rie

      iya Goreme bagus banget…
      aku sebenere ya ngeri sama anjing soale pernah dikejar-kejar dulu pas masih SD. haha… tapi kemaren alhamdulillahnya langsung berani gitu. aku aja amaze banget sama diriku sendiri. :p

  11. Wah catet nih tipsnya untuk melindungi diri dari serangan anjing. Meskipun gak yakin-yakin kali bisa dipratekin mulus kalo aku yang ada di posisi berhadapan langsung ama si anjing

    1. Rie

      catet. ehehe… semoga gak pernah kejadian ngadepin kaya gini si. ngeri-ngeri sedap.. mihihi

  12. fairy chimney dan siberian husky
    salah satu tempat yang ingin aku kunjungi nanti
    masukkan dulu ke to do list

    sip

  13. Wahh harus hati2 nih….. Saya juga pernah trauma sama anjing saat masih kecil. Saya juga teriakin itu anjing supaya pergi..hahha

    1. Rie

      hahaha… anjingnya langsung pergi gak tuh diteriakin? :p

  14. Pemandangan Jalanan menuju Goreme Open Air Museum cakep ya Mbak… jadi MUPENG… BTW saya bakal panik kalau sudah berurusan dengan anjing. Ya Allah… saya pernah dikejar anjing di atas motor dan hampir celaka, apalagi kalau lagi jalan terus ada anjing galak, widih kebayang tu… sy bisa-bisa pipis di celana…

    1. Rie

      emang Goreme itu cantik banget. kudu kesana. aku aja pengen lagi.
      tadinya ya aku ngeri juga mbak, tapi hari itu lagi berani aja.. wkwkwkwk.. kesambet apaan gak tau :p

  15. Anaaak mudaaa.
    Jalan kaki 1 jam tidak jaaauh ?!
    Sungguh keren sekali kakaaaak.

    1. Rie

      itu udah pake latihan 2 bulan ngetrip nonstop baru bilang tidak jauh kak. biasanya mah manja, dikit-dikit naik ojek… mihihi

  16. Klo aku pasti langsung kabuuuuurrrrrr

  17. anjingnya kok gak difoto sih mbak?!
    wkwkwkwk..

    salut! berani banget menghadapi anjing segede itu sendirian. Saya mah udah kabur duluan kali ya..

    1. Rie

      Wkwkwkw… kalo musti foto dulu kayanya aku belum punya nyali deh.. hahaha…

Leave a Comment