Pria Misterius di Dalam Antrian

Sedikit panik karena terjebak macet selama 3.5 jam dan kehujanan karena salah pintu masuk, akhirnya saya sampai juga di Stasiun Gambir. Kereta saya menuju Jogjakarta berangkat pukul 21.00 malam, sedangkan saat itu sudah pukul 19.30 lewat. Saya masih harus menukarkan voucer tiket di loket penukaran tiket karena tiket yang saya beli merupakan tiket yang dipesan online. Sampai di depan loket penukaran tiket, sempat sedikit panic karena antrian yang ada di depan loket tersebut mengular cukup panjang dan hanya satu loket saja yang buka malam itu. Saya pun mulai pasang antrian…

Misteri Makanan di Atas Ferry VIP

Ferry ke Pulau Weh, Ferry ke Sabang, Ferry dari Banda Aceh

Masih subuh kala itu tapi kami sudah heboh packing dan bolak-balik ke resepsionis memastikan bahwa mobil jemputan yang kami pesan datang tepat waktu. “Mbak makan saja dulu, sudah disiapkan di restoran” kata salah satu petugas resort. “Oke, kabari ya kalau mobilnya sudah datang” kata saya sambil menuju kamar untuk memanggil kedua rekan saya. Hari itu masih terhitung long weekend dan kapal yang mengangkut penumpang dari Pulau Weh ke Banda Aceh sangat terbatas. Wisatawan yang datang berkunjung ke Pulau Weh pun jauh diatas jumlah normal harian sehingga jumlah tiket yang dijual…

Drama di Busan

Love Lock Busan Tower, Gembok cinta di busan, traveling ke Busan, Busan Korea Selatan

January 2017 Dingin. Pegel. Capek. Bete. Begitulah perasaan saya ketika keluar dari Bandara Busan. Backpack saya yang beratnya 10KG terasa dua kali lipat beratnya karena sudah lebih dari seminggu digendong kesana kesini. Simcard yang saya beli alih-alih dapat digunakan malah stuck di handphone saya yang membuat si handphone tidak dapat nyala padahal peta menuju hostel ada di dalam memori hp. Akhirnya saya bermodalkan nekat untuk maju terus, untungnya waktu jaman kuliah saya sempet belajar Bahasa Korea beberapa SKS jadi lumayanlah. Lumayan lieur maksudnya. Hahaha. Ini adalah hari pertama saya sampai…

Traveling yang aman dan tidak aman

“Kamu jalan sendiri? Gak takut? Emang aman ya?” Familiar dengan kata-kata di atas? Saya apalagi. Sebagai seorang cewek, mandiri dan jomblo,  saya sering banget pergi traveling sendirian, baik itu traveling bener-bener sendirian atau setengahnya sendirian maksudnya travelmate dan saya akan ketemu kapan dan dimana gitu. Hari gini sih sudah banyak juga para wanita di luar sana yang mulai berani untuk traveling sendirian. Aman atau gak aman menurut saya tergantung dari kitanya masing-masing. Saya ada dua cerita untuk perbandingannya.

“Hitchhike”, Lebih dari sekedar tumpangan

Di saat ketulusan menjadi sebuah hal yang sangat langka, saya pernah menemukannya dalam perjalanan dari Lombok ke Surabaya… Kapal Ferry yang akan membawa saya menyebrangi selat Lombok akan segera berangkat, saya sudah memposisikan diri di salah satu bangku yang cukup nyaman untuk perjalanan selama 4 jam ini. Beberapa tawaran oleh-oleh dari penjual yang ikut naik ke dalam kapal sudah lalu lalang menghampiri saya, tapi saya malah asik mengumpulkan gambar dari kamera saya, ketika pemandangan di luar jendela sudah berubah menjadi hamparan lautan luas tak bertepi barulah saya mengamati sekitar. Setengah…

We only have one life, use it properly…

victoria harbour, avenue of the stars, hongkong at night, suasana hongkong di malam hari

Victoria Harbour, Suatu malam… Seafood, beer, cigarette, Soy Milk dan kemilau lampu gedung di sekitar kami. Malam ini adalah malam terakhir kami di negeri mungil ini setelah beberapa hari berjibaku dengan segala macam dateline dan target, dapat dikatakan malam ini merupakan malam perpisahan, karena dua dari rekan saya akan kembali ke negaranya masing-masing, dan saya akan kembali ke Singapore. That’s life isn’t it? Ada chapter-chapter yang harus dilalui untuk menjadikan kita jauh lebih baik dan mempunyai pengalaman yang paling tidak dapat diceritakan kepada generasi-generasi selanjutnya di masa depan. Saat itu,…

“Zonk” di Banda Aceh

Masjid Baiturrahman Banda Aceh, Banda Aceh, Masjid di Banda Aceh

Sudah lama saya merencanakan untuk mengunjungi Sabang, akhirnya kesampaian juga di Bulan Maret tahun ini. Saya berangkat bersama 2 orang teman saya yang mau juga saya ajak berkunjung ke pulau paling barat Negara Indonesia. Di trip saya kali ini, saya memang berencana untuk menginap semalam di Kota Banda Aceh sebelum melanjutkan perjalanan ke Kota Sabang keesokan harinya. Saya berangkat dari Batam, kebetulan maskapai singa udara baru saja membuka penerbangan langsung dari Batam ke Aceh. Perjalanan selama kurang lebih 1,5 jam tersebut sama seperti perjalanan saya lainnya. Namun sesampainya di Kota…

Suatu Ketika di atas Ferry menuju Waisai

Sampai juga kami di Sorong, setelah pesawat delay 20 menit dari Makasar. Saat itu kami berjumlah enam orang, Saya, Lita, Putra, Uci dan dua orang lagi yang belum kami ketahui keberadaannya merupakan kloter terakhir rombongan ke Raja Ampat hari itu (rekan kami yang lain sudah sampai lebih dulu di Waisai). Beberapa hari sebelum hari-H Sang PJ perjalanan sudah mengingatkan agar kami bisa “ngebut” sesampainya di Sorong karena kapal yang berangkat ke Waisai hanya ada sehari sekali. Hal itu pun sudah saya pastikan melalui browsing beberapa info dan forum backpacker, ga…

Hujan + Macet = Delay????

macet jakarta, macet dan hujan di jakarta, delay karena macet di jakarta,

Seumur-umur, saya Alhamdulillah belum pernah ketinggalan pesawat, kereta, kapal ataupun bis ketika traveling. Tapi status “hampir ketinggalan” udah dua kali saya alami. “hampir ketinggalan” kapal ferry sudah pernah saya ceritakan di salah satu artikel saya sebelumnya. Berikut sebuah cerita ngeri-ngeri sedep “hampir ketinggalan” pesawat yang saya alami baru-baru ini.

Antara naik ojek, jalan kaki atau naik minibus??

Bromo, transportasi ke bromo, angkutan ke bromo, angkutan bromo cemoro lawang, jeep ke bromo

Sore sudah lewat, kami berlima terduduk di trotoar sambil memikirkan strategy untuk dapat ke puncak cemoro lawang. “Piye ki? Ga bisa ditawar lagi po?” tanya wisnu “ Katanya mentok segitu, soale dia cuma ngangkut kita berlima. Biayanya ga nutup kalo kita cuma bayar segitu” Jelas Bagus Perjalanan saya, Dimas, Bagus, Wisnu dan Yasir seolah baru dimulai. Sore itu, kami masih terduduk di sekitar terminal probolinggo untuk mendapatkan angkutan menuju puncak. Budget yang telah kami siapkan ternyata sedikit mentok di tawar menawar harga ongkos angkutan minibus ini karena seidkit melebihi budget…