Cara Unik Bayar Angkot…

Angkot, Angkutan Umum, Angkot di Phuket, Jeepney

Sudah pernah naik angkot? Sebagian besar masyarakat di penjuru dunia sepertinya sudah pernah naik angkot, kecuali jika di negaranya ga ada angkot. saya juga sudah pernah mengulas beberapa jenis angkot di Indonesia pada tulisan ini.

Berbicara mengenai pengalaman naik angkot, pasti ada berbagai cerita, ada yang lucu, unik, ngeselin, bahkan belakangan ini ada yang nyeremin. Kali ini saya tidak akan bercerita tentang pengalaman naik angkotnya, tapi saya akan cerita sedikit tentang beberapa sistem unik pembayaran angkot.

Pada umumnya di Indonesia, cara kita membayar angkot adalah dengan cara turun dulu dari angkotnya lalu bayar kepada sang supir angkot di jendela depan mobil angkot yang kita tumpangi, ada juga beberapa angkot yang mempunyai kenek yang bertugas untuk menagih dan mengumpulkan uang di dalam angkot ketika angkot sedang berjalan. Dua cara ini merupakan cara yang paling umum di negara kita, kadang juga cara “biasa” bayar angkot yang kaya gini yang jadi biang macet jalanan selain tukang angkot yang ngetem.

Kalau rekan-rekan sudah pernah ke Filipina, ada sebuah angkot yang dinamakan “Jeepney”, cara bayar angkot di negara ini cukup unik. Caranya adalah dengan cara menyetorkan ongkos kita ke penumpang yang paling dekat dengan sang supir. Jika letak duduk kita paling jauh dari sang supir berarti kita harus menyetorkan uang ongkos kita ke “rekan” kita di samping lalu dia akan menyetorkannya lagi ke sampingnya begitu seterusnya hingga ongkos kita sampai ke supir dan jika ada kembaliannya maka sang supir akan menyetorkan uang kembaliannya ke penumpang di belakangnya lalu dilanjutkan ke sebelahnya begitu terus sampai uang kembalian itu sampai ke penumpang yang punya kembalian.

Baru-baru ini, saya menemukan cara pembayaran unik ketika naik angkot di Indonesia, lebih tepatnya di daerah Bekasi. Beberapa kali saya melakukan perjalanan antar Bekasi – Lippo Cikarang, ada sebuah cara pembayaran yang menurut saya unik yang digunakan di dalam angkot ini.

Di dalam angkot nomor 45 atau 50 yang melayani rute perjalanan antara Bekasi Barat/Bekasi Timur ke Lippo Cikarang, tidak terdapat kenek yang melayani penumpang untuk mengumpulkan ongkos perjalanan. Cara pembayaran yang dilakukan pun bukan cara konvensional seperti angkot-angkot yang ada di Jakarta dengan cara menyetorkan uang ongkos ke supir di dekat jendela.

Cara unik yang dilakukan di dalam angkot ini adalah seperti ini,  salah satu penumpang di dalam angkot menjadi sukarelawan untuk menjadi kenek sementara, yang bertugas untuk mengumpulkan uang ongkos dari para penumpang di dalam angkot, “tugas” jadi kenek sementara ini merupakan kesadaran dari penumpang angkot tersebut, kalau ga ada orang yang rela menjadi sukarelawan untuk mengumpulkan ongkos, biasanya para penumpang akan secara serempak mengumpulkan ongkosnya ke orang yang “terlihat” rela untuk menjadi sukarelawan.  Hehehe…

Dan karena kenek sementara ini bukan kenek yang berpengalaman, dia harus jeli untuk mengamati penumpang mana yang sudah bayar dan penumpang mana yang belum membayar ongkos, Hal ini dapat menjadi ajang kejujuran juga, dalam beberapa kali perjalanan saya ke Bekasi-Cikarang dan sebaliknya ada beberapa kali kenek sementara kehilangan jejak siapa aja yang sudah bayar dan penumpang mana yang belum bayar dan akibatnya kenek sementara itu jadi nombok atau bahkan jika si kenek tidak rela nombokin maka yang setoran sang supir angkotlah yang jadi lebih sedikit dari yang seharusnya.

Nah, kalau suatu saat rekan-rekan mencoba rute Bekasi-Lippo cikarang, siap-siap aja menjadi “kenek sementara”, kita bisa aja menolak atau bisa saja pura-pura cuek,  tergantung bagaimana menyikapi sodoran tugas sementara yang diamanahkan tersebut. tapi jika ternyata teman-teman merasa tertantang untuk menjadi kenek sementara, harus jeli ya jangan sampai malah nombok nantinya.

Pesan saya dari cerita di atas adalah, setiap datang ke suatu daerah, cari tahu dulu kebiasaan di daerah tersebut termasuk cara naik angkot dan cara bayarnya, jangan sampai nanti kena “jebakan batman” karena ga tau kebiasaan yang ada di daerah setempat.

Nah itu cerita saya mengenai cara bayar angkot yang unik, mungkin ada dari teman-teman yang punya cerita lain. boleh loh saya diceritain 🙂

-Rie-

 

Related posts

Leave a Comment