Balada Mencari Simcard di India

Airtel India, Simcard di India, membeli simcard di India

The struggle is real untuk purchase simcard di India. Begitu kata kebanyakan blog yang saya baca sampai akhirnya saya mengalamaninya sendiri. Punya Simcard sendiri atau istilah lainnya punya koneksi internet sendiri itu ibarat kebutuhan primer di jaman sekarang, makanya saat ini sampai ada beberapa provider yang menyediakan pocket wifi untuk disewakan bagi traveler yang bepergian ke negara-negara tertentu. Saya mendarat di Amritsar dengan masih menggunakan paket roaming internet yang berlaku internasional namun hanya saya aktifkan selama tiga hari saja karena berpikir dalam jangka waktu 3 hari setelah mendarat di India saya akan mendapatkan simcard sendiri betapapun susahnya itu. Hari masih subuh ketika saya sampai di airport sehingga saya tidak melihat ada toko yang menjual kartu perdana di area airport, setelah istirahat dan mengunjungi Golden Temple akhirnya kami menuju toko provider di pojokan pasar di pusat kota. Begitu masuk ke dalam toko tersebut, petugas menghampiri kami dan menanyakan nomor handphone kami untuk mencapatkan nomor antrian.

“Saya tidak punya nomor lokal dan berencana untuk membelinya disini…” Jelas saya, sang petugas lalu memanggil petugas lainnya dan berbicara Bahasa India lalu menghampiri kami kembali.

“Kami memerlukan referensi warga lokal untuk mendapatkan nomor simcard baru” katanya lagi. “bagaimana kalau saya telepon saja orang lokal tersebut?” tanya saya lagi.

“Tidak bisa, dia harus datang dan memberikan ID-nya kepada kami untuk mengeluarkan nomor baru” katanya.

Gagal mendapatkan nomor lokal kami akhirnya pulang ke rumah dan menyampaikannya kepada rekan kami yang merupakan orang lokal setempat.

“Besok kita cari nomor lokal, saya kenal orang yang menjualnya” katanya

keesokan harinya, kami menuju pasar setempat dan berbicara kepada penjual nomor lokal yang merupakan kenalan dari rekan kami namun beliau menyarankan kami untuk menuju ke distributor yang lebih besar karena pengguna nomor tersebut adalah orang asing, tentu saja akhirnya kami berangkat ke distributor yang lebih besar demi mendapatkan nomor tersebut namun ternyata pihak penjual di tempat tersebut mengatakan bahwa kartu yang tersedia hanya kartu jenis postpaid saja. Gagal lagi akhirnya kami mendapatkan kartu kembali hari itu.

Ketika ketiga kalinya kami mendapatkan penolakan di Amritsar akhirnya kami memutuskan untuk tidak mencari lagi nomor lokal hingga sampai kami di Delhi seminggu kemudian karena minggu kedua akan kami habiskan di Kashmir dan nomor simcard yang dibeli di luar kashmir tidak dapat digunakan di Kashmir begitu juga sebaliknya.

Nyaris dua minggu sampai di India, setelah 20 jam perjalanan darat dari Kashmir ke Delhi, dibumbui rasa ngantuk dan keram perut akhirnya kami sampai di Delhi dan menemukan sebuah counter penjualan kartu di samping stasiun metro. Saya memutuskan untuk menunggu di depan toko sementara rekan saya yang masuk ke dalam toko untuk bertanya. Beberapa menit kemudian saya menengok ke dalam toko yang dibalas cengiran oleh Sabrina sambil berkata, “yes.bisa”

Akhirnya setelah lebih dari seminggu dan 3 kali penolakan, kami mendapatkan nomor lokal yang berarti juga kembalinya koneksi internet yang dapat memudahkan kami menjelajah India. Melihat dari postingan sesama traveler di forum diskusi, sebenarnya pemerintah India telah menyiapkan simcard gratis untuk para pelancong yang disediakan di dalam Delhi Airport, namun karena kami tidak melalui jalur udara ke Delhi dan mampir ke Amritsar yang merupakan kota yang jauh lebih kecil jadilah kami sedikit kesulitan untuk mendapatkan simcard khusus traveler yang dimaksud itu. Singkat cerita bahwa simcard lokal di negara ini sangat dibatasi karena adanya tragedi mumbai beberapa tahun yang lalu jadilah di masa sekarang untuk membeli nomor lokal tidak semudah mendapatkan nomor lokal di Indonesia.

Saya dan Sabrina membeli nomor lokal dari provider Airtel, dengan harga sebesar 350 Indian Rupee atau senilai 70 ribu rupiah kami sudah mendapatkan paket internet sebanyak 1GB per hari dan bebas menelepon serta sms ke seluruh nomor lokal di India selama 28 hari. Provider ini juga menyediakan paket yang sama dengan masa berlaku yang lebih lama atau sekitar 56 hari dengan harga yang lebih mahal tentunya.

Persyaratan yang harus kami lengkapi ketika membeli simcard ini adalah fotokopi pasport beserta fotokopi halaman yang terdapat stamp kedatangan kami di India dan juga selembar foto serta mengisi dokumen pendaftaran lalu sekitar setengah jam kemudian nomor kita sudah dapat digunakan. Aaah… seandainya semudah ini mendapatkan nomor lokal sedari awal. Bagi non pengguna provider Airtel syarat yang didapatkan sedikit lebih rumit karena mengharuskan adanya referensi lokal atau referensi tempat tinggal kita di India dan juga kartu baru akan aktif beberapa hari kemudian. Oleh karenanya beruntung sekali kami memilih provider ini.

Bagi rekan-rekan yang suatu saat akan mengunjungi India melalui Delhi Airport dapat mengecek info mengenai simcard gratis yang disediakan oleh pemerintah atau jika memang tidak melalui airport tersebut, coba datang ke toko provider Airtel terbesar yang ada di kota tersebut untuk mencoba keberuntungan jika memang mendarat di India bukan di kota besar seperti Delhi. Selamat mencoba 🙂

-Rie-

Related posts

Leave a Comment